Minggu, 27 September 2020
10 Ṣafar 1442 H
Home / Haji umrah / 16 WNI Ekspatriat Terdaftar Jemaah Haji, Ini yang Sudah Dilakukan
Foto dok. AFP
Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat. Kita ikut memantaunya melalui komunikasi via Whatsapp group dengan para jemaah WNI ekspatriat yang tinggal di Saudi

Sharianews.com, Prosesi haji 1441H sudah memasuki tahap menginap atau Mabit di Mina. Jemaah haji melakukan lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan proses haji 1441H berjalan lancar. Data yang masuk ke Konsul Haji, hingga Sabtu (1/8), terdapat 16 Warga Negara Indonesia (WNI) Ekspatriat di Saudi yang terdaftar.

Mereka adalah Muhammad Wahyu, Endan Suwandana, Ahmad Sujai, Huda Faristiya, 'Abdul Muhaemin, Siri Marosi, Muhammad Toifurrahman, Ata Farida, Eni Wahyuni, Irma Tazkiya, M Zulkarnain, Ali Muhsin Kemal, Akram Hadrami, Agus Sugiarto, Titin Agustin, dan Juwaeriyah Awaludin. Mereka di Saudi tinggal dan bekerja di sejumlah kota, antara lain: Riyadh, Madinah, Yanbu', Makkah, Jeddah, dan Al Khobar.

"Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat. Kita ikut memantaunya melalui komunikasi via Whatsapp group dengan para jemaah WNI ekspatriat yang tinggal di Saudi," imbuh dia.

Sebelumnya, agenda para jemaah haji pada 29 Juli 2020, ketika subuh mengambil miqat di Qarnul Manazil (Thoif). Selanjutnya mereka melakukan Thawaf Qudum di Masjidil Haram. Malam harinya, mereka menginap di Mina untuk menjalani Tarwiyah.

Besok paginya atau 30 Juli 2020, mereka bertolak ke Arafah. Di Arafah, mereka menggunakan tenda wilayah negara-negara Arab. Di Mina, mereka menggunakan Hotel Abroj Mina yang berada di dekat Jamarat. Perjalanan mereka menggunakan bus dari perusahaan Saptco dan Samaya.

Situasi pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Arab Saudi menetapkan peraturan yang berbeda bagi pelaksanaan haji tahun ini. Aturan baru ditetapkan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Aturan itu, diantaranya, dalam ibadah haji tahun ini jemaah dilarang menyentuh atau mencium Kabah untuk menjaga kemungkinan penularan virus Covid-19. Kabah pun kali ini dalam kondisi ditutup.

Saat berada di sekitar Kabah, jemaah wajib mengikuti marka yang sudah disiapkan, yang memisahkan satu sama lain dalam jarak sekitar 1,5 meter.

Untuk kali ini pula, pemerintah Arab Saudi tidak menyediakan pusat pers, padahal biasanya setiap musim haji selalu penuh oleh wartawan dari berbagai penjuru dunia.

Para jemaah juga wajib mengenakan masker selama menjalani ritual lima hari. Lalu, mereka wajib menjalani karantina baik sebelum maupun sesudah ibadah haji.

Rep. Aldiansyah Nurrahman