Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Agen Pegadaian Digital, Cara Cerdas Pegadaian Syariah Menjual Produk
-
Platform pemasaran berbasis digital kini mulai ditawarkan oleh pegadaian syariah sebagai salah satu produk inovasi untuk menjangkau lebih banyak lagi nasabah dan agen.

Platform pemasaran berbasis digital kini mulai ditawarkan oleh pegadaian syariah sebagai salah satu produk inovasi untuk menjangkau lebih banyak lagi nasabah dan agen.

Sharianews.com, Jakarta. Menurut hasil Survei Nasional 2016 tentang Literasi, Inklusi, dan Keuangan (SNLIK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), skor indeks literasi pegadaian syariah hanya berada di angka 1,63 persen. Angka ini lebih kecil dibanding perbankan syariah yang mendapat nilai 6,63 persen. Juga masih kalah dari asuransi syariah (takaful), yang berada di angka 2,51 persen.

Padahal menurut Kepala Bagian Strategi Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Syariah, Moh. Slamet Hartono, pihaknya telah berusaha keras untuk mempromosikan, mengedukasi, dan memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait apa dan seperti apa pegadaian syariah itu.

Selain itu, pegadaian syariah juga cukup aktif untuk meliterasi masyarakat, yakni dengan membuat produk yang inovatif berupa agen pegadaian digital.

“Salah satu produk inovatif  yang kami tawarkan ialah agen pemasaran berbasis teknologi, yakni aplikasi khusus untuk agen-agen pegadaian syariah, yang baru saja diluncurkan Agustus 2018 ini,"ujar Moh. Slamet di Jakarta (14/8/2018).

Melalui aplikasi ini, siapapun bisa menjadi agennya."Selain untuk mencari nasabah, ini juga difungsikan untuk mengedukasi masyarakat tentang pegadaian syariah melalui agen kami,”urainya.

Platform pemasaran berbasis digital ini juga bagian dari implementasi visi dan misi pegadaian syariah. Utamanya dalam menjalin mitra, bersinergi, serta berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk dengan mesyarakat yang bersedia menjadi agen pegadaian syariah.

“Sebab saat ini adalah eranya kolaborasi dan bekerja sama, bukan zamannya bersaing. Dengan begitu diharapkan akan terbangun mutual trust antara semua pihak, khususnya kesadaran masyarakat mengenai pegadaian syariah,” jelasnya. 

Syarat dan pra syarat  agen pegadaian syariah

Adapun syarat dan pra syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang ingin menjadi agen pemasaran, pertama, ialah pernah menjadi nasabah pegadaian syariah dengan menunjukkan bukti nomor induk transaksi nasabah, serta memiliki rekening bank syariah yang telah bekerja sama dengan pihak pegadaian syariah. 

Selain itu, memiliki telepon genggam (handphone) dengan sistem operasi  android. Berikutnya, lanjut Slamet, mempunyai  tempat tinggal milik pribadi, menyewa, atau mengontrak.

Persyaratan lainnya adalah bersedia mengikuti  pendidikan atau pelatihan tentang pegadaian syariah jika diperlukan.  Tentu saja, bersedia  mengunduh (download) aplikasi pegadaian digital, yakni  ‘agen pegadaian syariah’, yang telah tersedia di Google Play Store.

“Setelah proses mengunduh selesai, syarat lainnya, mengisi  data diri dan form lainnya yang ada di aplikasi tersebut. Langkah selanjutnya tinggal  verifikasi  data, serta survei  alamat yang didaftarkan untuk  menjadi  agen tersebut,” jelas Slamet.  

Imbal hasil bagi agen pegadaian syariah

Lalu apa tugas  agen pemasan melalui platform digital ini? Tugasnya ialah mempromosikan dan memasarkan produk-produk  pegadaian syariah, baik produk lama maupun baru. Sebagai informasi, hingga saat ini pegadaian syariah sedikitnya telah memiliki  15 macam produk.

Untuk setiap agen pegadaian syariah, akan mendapatkan imbal hasil sebesar Rp 10 ribu setiap kali berhasil  mengajak nasabah  menjadi agen baru sesuai  rekomendasi  aplikasi miliknya.

Agen pegadaian syariah, juga akan mendapatkan imbal hasil sebesar 0,5 persen dari bersaran tabungan nasabah yang menabung emas Top-Up, melalui aplikasinya.

“Meski begitu, ini bukan multi level marketing. Sebab yang akan merasakan hasil bukan agen di atasnya. Tetapi si agen langsung yang menjalankan transaksi,” ujar Slamet.

Sejak skema  kerja sama ini ditawarkan, tak kurang ada 1.700 orang agen begadaian syariah di seluruh Indonesia. Ditargetkan per bulannya  jumlah agen bertambah sekitar 2.800 orang dari  setiap outlet khusus pegadaian syariah  yang kini telah berjumlah 700 kantor. (*)

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil