Rabu, 3 Juni 2020
12 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Asbisindo: BPRS Rasakan Dampak Wabah Corona
FOTO I Dok. pexels.com
Muhammad Hadi Maulidin Nugraha mengatakan, wabah virus corona pasti berdampak bagi BPRS, walupun tidak secara langsung.

Sharianews.com, Jakarta ~ Virus corona terus menjadi perhatian seluruh negara. Sudah puluhan ribu jumlah kasus virus corona yang tersebar di seluruh dunia. Hal ini turut berdampak pada pertumbuhan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asbisindo Kompartemen BPRS Jabodetebek, Muhammad Hadi Maulidin Nugraha mengatakan, wabah virus corona pasti berdampak bagi BPRS, walupun tidak secara langsung.

“Pertama dari sisi pembiayaan tabungan haji dan umrah. Umrah saat ini sedang dihentikan izinnya, maka itu otomatis beberapa BPRS yang mempunyai program pembiayaan seperti talangan haji atau umrah pasti akan akan berdampak,” tutur Hadi saat ditemui Sharianews.com.

Terkait permasalahan eknomi global pasti akan ada pengaruhnya bagi BPRS, meski tidak banyak. Dampak yang terjadi kemungkinan besar pada penyaluran pembiayaan untuk pabrik. Sebagian pabrik yang tidak bisa melakukan ekspor ke beberapa negara yang terdampak wabah virus corona, menyebabkan penyaluran pembiayaan menjadi terhambat.

“Tapi pengalaman krisis global, sebenarnya jika di BPRS itu tidak begitu signifikan karena pembiayaan BPRS langsung ke end user, UMKM yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga tidak berdampak secara signifikan,” ungkap Hadi.

Hadi, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPRS HIK Insan Cita menceritakan, HIK Insan Cita turut merasakan dampak dari virus corona pada program pembiayaan umrah, meski jumlahnya tidak terlalu besar.

“Kita tidak tahu kapan dibuka lagi umrah (dari Arab Saudi), aturan larangan ini untuk sementara kan, tapi kalau enam bulan masih dilarang itu pasti berdampak. Kalau misalnya ditutupnya 1-2 bulan sih, saya kira tidak masalah,” ujar Hadi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, sebenarnya cukup banyak nasabah HIK Insan Cita yang ingin mendaftar umrah tapi terpaksa ditunda untuk sementara dampak moratorium dari Arab Saudi (*).

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo