Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Bank Muamalat Raih Laba Bersih Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir
Foto: Dok. Hidayatullah.com
Dengan perolehan laba bersih tertinggi dalam tiga tahun terakhir, Bank Mualamat optimistis bisa meningkatkan kinerjanya di tahun yang akan datang.

Dengan perolehan laba bersih tertinggi dalam tiga tahun terakhir, Bank Mualamat optimistis bisa meningkatkan kinerjanya di tahun yang akan datang.

Sharianews.com. Jakarta - Dalam laporan keuangan kuartal II-2018, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba bersih senilai Rp 103,74 miliar per-Juni 2018. Naik 246,26 persen secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya. Pada Juni 2017 laba bersih Bank Muamalat sebesar Rp 29,96 miliar.

Laba operasional perseroan juga naik sebesar 152,02 persen. Dari Rp 61,83 miliar pada Juni 2017 menjadi Rp 155,83 miliar pada Juni 2018.

Dalam tiga tahun terakhir, perolehan laba bersih ini capaian tertinggi yang diraih Bank Muamalat. Pencapaian ini disokong, salah satunya, oleh pendapatan penyaluran dana murabahah senilai Rp 838,57 miliar. Tumbuh 33,42 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan berbasis komisi (fee based income), terutama dari penjualan surat berharga, juga berkontribusi besar pada kenaikan laba operasional bank.

Menurut Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K Permana, dengan kinerja positif ini, ia optimistis Bank Muamalat akan terus bisa meningkatkan kinerjanya secara lebih baik dan lebih berkembang lagi ke depannya.

"Kami akan terus berupaya untuk dapat mempertahankan prestasi ini. Kami juga akan tingkatkan supaya ekspansi bisnis Bank Muamalat makin tumbuh,” jelas Permana melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/8/2018). 

Rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) juga mengalami perbaikan. Dari level 4,95 persen (gross) tahun sebelumnya menjadi 1,65 persen (gross) dan 3,74 persen (net) menjadi 0,88 persen (net).

“Dengan sejumlah langkah strategis, kami dapat memperbaiki kualitas pembiayaan atau NPF,” katanya.

Terkait rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan juga meningkat 2,98 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini mencapai 15,92 persen. Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan. Di antaranya, Net Operating Margin (NOM) sebesar 0,66 persen, Net Imbalan (NI) sebesar 2,67 persen, dan Return On Equity (ROE) sebesar 5 persen. (*)

 

A.Rifki