Rabu, 27 Januari 2021
14 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Bank Syariah Hasil Merger Diharapkan Memiliki Produk Bertarif Murah
Foto dok Pexels
Memperbesar pagu pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM).

Sharianews.com, Jakarta - Tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRISyariah), PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah), dan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersiap melakukan peleburan atau merger.

Menanggapi hal itu, Peneliti Ekonomi Syariah Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fauziah Rizki Yuniarti berharap bank syariah hasil merger bisa memiliki produk bertarif murah untuk nasabah, dan memperbesar pagu pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM).

Bank syariah hasil merger, disebutnya, berpeluang memiliki tarif pembiayaan murah karena besarnya modal yang entitas ini miliki. Modal yang besar memperluas kemungkinan bank ini berhasil menarik dana murah dari publik.

Saat ini PBI No. 17/12/PBI 2015 mensyaratkan pembiayaan perbankan syariah ke UMKM minimum 20 persen dari total pembiayaan.

“Namun sayangnya bank-bank syariah hanya berusaha sebatas memenuhi angka persyaratn tersebut. Peningkatan porsi pembiayaan ke UMKM wajib masuk ke Rencana Bisnis Bank Syariah BUMN sehingga tidak sekedar memenuhi persyaratan minimum Bank Indonesia di 20 persen, dan menjawab keraguan masyarakat bahwa Bank Syariah BUMN hanya fokus ke konglomerat,” jelasnya menegaskan, Jumat (27/11).

Sebagai informasi, bank hasil merger akan memiliki modal dan aset yang kuat dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, maupun produk dan layanan keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing untuk mencapai visi “Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan”.

Total aset dari bank hasil penggabungan akan mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Dengan demikian bank ini akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Bank hasil penggabungan juga akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRISyariah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman