Sabtu, 27 Februari 2021
16 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Bank Syariah Indonesia Akan Berdampak ke Asuransi dan Pasar Modal Syariah
Foto dok. Pexels
Faktor lain yang menjadi katalis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia adalah regulasi dan perhatian pemerintah terhadap sektor ini

Sharianews.com, Jakarta - Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk diprediksi bisa berdampak pada pengembangan sektor keuangan syariah lain. Sektor yang akan terdorong perkembangannya antara lain adalah asuransi dan pasar modal syariah.

Pengamat Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor Jaenal Effendi menjelaskan dorongan akan dirasakan karena sektor asuransi dan pasar modal syariah selama ini bertumpu pada industri perbankan syariah. Apabila industri perbankan syariah berkembang, maka investasi di pasar modal syariah dan pemanfaatan asuransi syariah dipastikan akan terdongkrak.

“Faktor lain yang menjadi katalis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia adalah regulasi dan perhatian pemerintah terhadap sektor ini,” terangnya, Jumat (22/01)

Menurutnya, isi Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, UU 40/2014 tentang Perasuransian, dan UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal sangat membantu perkembangan ekonomi syariah beberapa tahun terakhir.

Selain memengaruhi asuransi dan pasar modal syariah, Bank Syariah Indonesia juga diperkirakan akan memengaruhi harga pembiayaan. Pembiayaan yang lebih kompetitif dan terjangkau diprediksi akan tercipta pasca Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi. Peluang ini muncul karena Bank Syariah Indonesia nantinya memiliki modal dan aset yang besar.

Jaenal mengatakan kepemilikan modal dan aset besar membuat Bank Syariah Indonesia bisa meraih kepercayaan nasabah lebih tinggi, dan menekan biaya yang diperlukan untuk menyalurkan pembiayaan. Bank Syariah Indonesia digadang memiliki total aset hingga Rp240 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun.

“Dengan menjadi bank yang besar, bank hasil merger dapat meraih tingkat kepercayaan nasabah lebih tinggi serta mampu menawarkan pricing pembiayaan yang lebih kompetitif.  Aksi korporasi ini tentunya dapat memperbesar struktur permodalan bank syariah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan positif di sektor perbankan syariah,” tambahnya.

Berdasarkan data tiga bank yang melakukan merger, PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, hingga September 2020 portofolio pembiayaan ketiga entitas ini mencapai Rp151,8 triliun dan penghimpunan dana Rp199,57 triliun. Seluruh nilai pembiayaan dan pengelolaan dana ini akan berada di bawah naungan Bank Syariah Indonesia setelah resmi beroperasi nanti.

Rep. Aldiansyah Nurrahman