Sabtu, 30 Mei 2020
08 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Begini Cara Salat Idulfitri di Rumah
Foto dok. Freepik
Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 bahwa Salat Idulfitri bisa dilaksanakan di rumah.

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 bahwa Salat Idulfitri bisa dilaksanakan di rumah.

Dari fatwa tersebut, salat Idulfitri bisa dilaksanakan sendiri atau berjamaah di rumah, mengingat saat ini virus corona (Covid-19) terus memakan korban.

Adapun ketentuan Salat Idulfitri di rumah dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 sebagai berikut :

1. Salat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

2. Jika Salat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan salat Id berjamaah.

c. Usai salat Id, khatib melaksanakan khutbah.

d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka salat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

3. Jika Salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat niat salat idul fitri secara sendiri.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada tata cara salat Id berjamaah dalam fatwa ini.

d. Tidak ada khutbah.

Lebih rinci, berdsarkan fatwa MUI No.28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19 tertulis ketentuan salat Idul Fitri di kawasan Covid-19 yang terbagi dalam tiga hal.

Pertama, Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain bagi umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Bisa juga dilaksanakan bila berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan. Seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang.

Kedua, Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Ketiga, pelaksanaan Salat Idulfitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khotbah.

“Jadi dalam diksi fatwa kami itu tidak ada merah, kuning, dan hijau. Adanya adalah terkendali dan tidak terkendali. Siapa pemutusnya ? itu adalah pemerintah yang ada di situ,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Nadjamudin Ramly

Rep. Aldiansyah Nurrahman