Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Begini Protokol Akad Nikah di Tengah Wabah Corona
Foto dok. Kemenag Kalsel
Untuk pelaksaan akad nikah di KUA pada masa darurat Covid-19, Ditjen Bimas Islam menerbitkan protokol pelaksanaan.

Sharianews.com, Jakarta - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia, per Jumat (3/4), mencapai 1.986 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 181 jiwa, dan angka yang sembuh 134 orang.

Penderita virus corona bertambah 196 orang dari hari sebelumnya. Ada penambahan 11 korban meninggal. Sehingga, jumlah totalnya mencapai 181 jiwa. Sementara, jumlah kasus sembuh meningkat 22 orang, sehingga totalnya 134 orang

Pandemi corona berdampak keberbagai sektor, aturan-aturan pun ditetapkan pemerintah untuk membendung penyebaran ini. Tidak terkecuali untuk proses pelaksanaan akad nikah.

Protokol pelaksanaan akad nikah pun diubah demi mencegah merebaknya Covid-19 ini. Untuk pelaksaan akad nikah di KUA pada masa darurat Covid-19, Ditjen Bimas Islam menerbitkan protokol pelaksanaan sebagai berikit:

1. Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan

2. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker

3. Petugas, wali nikah, dan catin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab Kabul

Di tengah wabah ini, Kementerian Agama bahkan berharap masyarakat dapat menunda atau menjadwal ulang rencana pelaksanaan akad nikahnya selama darurat Covid-19.

"Kami telah menerbitkan edaran baru per 2 April 2020. Permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani. Kami meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaannya," terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (03/04).

Meski demikian, Kamaruddin Amin memastikan pendaftaran layanan pencatatan nikah tetap dibuka. Namun, mekanisme pendaftarannya tidak dengan tatap muka di KUA, tapi secara online melalui web simkah.kemenag.go.id. Hanya, pelaksaan akadnya tidak dalam masa darurat Covid-19 yang akan terus diupdate perkembangannya.

Di masa darurat Covid-19 ini, pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum 1 April 2020. Pelayanan akad nikah itu pun hanya akan dilaksanakan di KUA. Layanan di luar KUA ditiadakan.

Red. Aldiansyah Nurrahman