Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
Dok/Foto Kaskus
Mencuci hijab dengan tangan sebaiknya diprioritaskan daripada menggunakan alat bantu mesin.

Sharianews.com, Bagi seorang muslimah, mengoleksi hijab merupakan suatu kewajaran. Yang penting tidak berlebih-lebihan atau mubadzir. Karena dalam kesehariannya mereka tidak lepas dari kain penutup kepala tersebut. Tetapi selain mengoleksi, muslimah juga berkewajiban untuk merawatnya. Berikut tips cara menjaga penampilan dengan hijab dan merawatnya.

Jangan cuci Hijab dengan mesin pencuci

Mencuci hijab dengan tangan sebaiknya diprioritaskan daripada menggunakan alat bantu mesin. Karena meskipun bahan hijab berbeda-beda tetapi mayoritas bersifat lembut sehingga dikhawatirkan mudah rusak ketika dicuci menggunkan mesin cuci.

Pisahkan berdasarkan warna Hijab

berbagai macam warna hijab apabila dijadikan satu akan berpotensi tercampurnya warna atau menjadi luntur dan berantakan. Sehingga sangat disarankan untuk memisahkan hijab berwarna gelap dan terang sebelum memulai mencucinya.

Sekadarnya dalam merendam hijab

Sebelum mencuci pakaian, dipastikan tahap sebelumnya adalah merendam. Tetapi cukup dengan waktu sekadarnya saja atau sekitar lima menit, terlebih untuk bahan viscose.

Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan keringat, setelah itu segeralah mencucinya.

Gunakan Deterjen Seperlunya
Mayoritas masyarakat dapat dipastikan saat mencuci menggunakan detergen. Tetapi untuk mencuci hijab dianjurkan untuk menggunakan deterjen sedikit. Sebab jika menaruh deterjen dengan banyak, akan menyebabkan hijab cepat rusak akibat bahan kimia pada deterjen tersebut. Selain itu, banyaknya busa dapat membuat sulit untuk membilasnya.

Hindari Pemutih
Apabila hijab yang hendak dicuci memiliki noda, jangan menggunakan pemutih untuk membersihkannya. Hal tersebut dapat berpotensi luntur pada warna hijab.

Dianjurkan menggunakan cuka untuk membersihkan sebagai pengganti pemutih pakaian. Cuka dipercaya mampu mengurangi intensitas noda yang membandel.

Jangan peras terlalu keras
Ketika hendak menjemur hijab, jangan memeras hijab terlalu keras hingga bahan menjadi keriting. Peraslah secara perlahan agar tidak merusak serat kain tersebut.

Khusus untuk hijab berbahan sutera, peraslah diatas handuk tebal. Dengan membentangkan sutera tersebut di atasnya, gulung dan peras secara perlahan.

Jemurlah di luar rumah
melakukan proses pengeringan atau jemur, sebisa mungkin dilakukan di luar ruangan. Selain agar cepat kering, juga dimaksudkan agar menghindari jamur dan bau apek apabila tidak sepenuhnya kering.

Namun, pastikan untuk tidak menempatkan hijab di bawah sinar matahari langsung karena akan membuat warnanya pudar.

Setrika
setiap kali hendak menyetrika hijab, gunakan temperatur yang paling rendah terlebih dahulu. Setrika yang terlalu panas akan membuat hijab menjadi kisut dan rusak. Khusus untuk bahan dasar seperti sutra dan sejenisnya sebaiknya disetrika dalam keadaan masih lembab.

Jangan digunakan Berkali-kali

Ketika menggunakan hijab, usahakan setidaknya dua kali pemakaian dan langsung di cuci kembali. Karena untuk mengurangi bau yang tidak sedap akibat debu dan keringat. Sekalipun hendak dipakai untuk kedua kalinya, jemurlah hijab tersebut dan jangan dilipat.

Dengan kepala yang selalu dikeramas setidaknya dua hari sekali serta hijab yang tidak dipakai berkali-kali akan mencegah aroma tidak sedap dari tubuh kita. Karena muslimah yang baik adalah yang selalu menjaga kebersihan dirinya.

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah