Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. UMLR
BNI Syariah sepanjang tahun 2018, telah menyalurkan pembiayaan ke sektor halal sebesar Rp1,85 triliun jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya Rp1,2 triliun pada 2017. (*)

Sharianews.com, Jakarta ~ BNI Syariah menaruh perhatian terhadap berbagai sektor industri halal. Pada 2019 ini, industri halal yang menjadi fokus utama pembiayaan BNI Syariah adalah kesehatan dan pendidikan.

Direktur Bisnis SME dan Komersial, Dhias Widhiyati mengatakan BNI Syariah memilih kesehatan dan pendidikan untuk kebaikan bangsa Indonesia.

“Kami memilih kedua sektor itu karena bangsa yang pandai dan sehat akan membawa pada negara yang kuat dan maju," jelas Dhias, saat acara Pemaparan Kinerja BNI Syariah Triwulan IV tahun 2018, di Jakarta, Kamis (14/2).

Lebih lanjut, Dhias menyampaikan untuk pendidikan saat ini BNI Syariah mempunyai tagline di sekolah-sekolah Islam.

Karena hal itu dirasa sebagai tugas dan tanggung jawab BNI Syariah, bagaimana bisa membesarkan pendidikan yang berbasis agama dan akhlak untuk semua tingkat pendidikan, dari Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi.

Selain pendidikan dan kesehatan, BNI Syariah juga masuk halal tourism. BNI Syariah berkerja sama dengan biro perjalanan yang berkaitan dengan wisata halal.

Kemudian dalam halal tourism, BNI Syariah juga mendekati toko-toko penjual oleh-oleh atau cendera mata di daerah-daerah destinasi wisata agar BNI Syariah bisa menyalurkan pembiayaan. Dengan begitu pembiayaannya terintegrasi, jadi suatu value chain.

Begitu juga dengan sektor makanan halal, BNI Syariah juga mempunyai perhatian ke sana. Terlebih dengan kewajiban jaminan produk bersertifikasi halal.

Dhias menjelaskan BNI Syariah membantu para pengusaha di bidang makanan halal agar bisa bersertifikasi halal. Diakuinya, pertumbuhan sektor ini memang besar. Namun, dari segi nominal bisnis masih tidak cukup signifikan.

Kebutuhan akan sertifikasi halal, dalam kacamatanya, adanya anggapan tidak penting dari masyarakat. Mereka merasa Indonesia adalah negara Muslim terbesar, jadi sertifikasi halal itu menjadi hal yang tidak penting, padahal sebaliknya.

“Yang dimaksud halal itu mulai dari input-nya, bahan makanan, romaterial, processing, sampai dengan penyajiannya,” pungkas Dhias. 

BNI Syariah sepanjang tahun 2018, telah menyalurkan pembiayaan ke sektor halal sebesar Rp1,85 triliun jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya Rp1,2 triliun pada 2017. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo