Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / BPRS HIK Cibitung, Anggarkan Rp 15 miliar Bangun Jaringan Kantor
FOTO | Dok. Aldi sharianews
Untuk mendukung strategi bisnis dan dapat eksis menjangkau para nasabahnya, BPRS HIK Cibitung berencana membangun gedung kantor sendiri di daerah strategis dengan anggaran senilai Rp 15 miliar.

Untuk mendukung strategi bisnis dan dapat eksis menjangkau para nasabahnya, BPRS HIK Cibitung berencana membangun gedung kantor sendiri di daerah strategis dengan anggaran senilai Rp 15 miliar.

Sharianews.com, Jakarta. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung, pada Sabtu (10'8), memutuskan perubahaan anggaran untuk pengadaan tanah dan bangunan jaringan kantor dari semula  Rp 3,5 miliar menjadi Rp 15 miliar.

Komisaris BPRS HIK Cibitung, Masrokan Nasuha menjelaskan, sebelumnya RUPS pada 22 November 2016 memberikan mandat kepada dewan komisaris dan direksi secara bersama-sama untuk membuat anggaran pengadaan tanah dan gedung kantor milik sendiri dengan nilai anggaran Rp 3,5 miliar. 

Dewan Komisaris dan direksi telah mencari informasi terkait rencana pengadaan tanah dan pengadaan kantor seperti yang diamanatkan. Muncul kemudian, keinginan untuk memiliki kantor di daerah protokol, yang lebih strategis.    

Namun dengan anggaran yang dimiliki sebesar Rp 3,5 miliar, untuk kebutuhan pengadaan lahan seluas 200 meter persegi, jelas tidak memadai. Sebab harga per meter lahan di wilayah Tambun, Cibitung telah mencapai Rp 10- 12 juta.

Belum termasuk anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung. "Karenanya jika menggunakana pagu anggaran lama sebesar Rp 3,5 milar akan sulit untuk direalisasikan,"jelas masrokan Nasruha.    

Karena itulah, saat RUPS BPRS HIK Cibitung, Sabtu (10/8), dewan komisaris dan direksi mengabulkan pengajuan anggaran yang diusulkan naik, untuk pengadaan lahan dan pembangunan gedung menjadi maksimal Rp 15 miliar. 

Direktur Utama BPRS HIK Cibitung Heriyakto Setyo Hartomo, menjelaskan persetujuan pemegang saham terkait dengan pengajuan kenaikan anggaran, di dasari oleh keinginan komisaris dan direksi untuk mendukung strategi bisnis agar bisa tetap eksis dan mudah diakses oleh para nasabah karena berkantor di jalan utama.

Pengalihan sebagian saham

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPRS HIK Cibitung, Heriyakto Setyo Hartomo juga menjelaskan proses pengalihan sebagian saham atas nama Rini Pujiyanti kepada Yayah Khisbiyah, sebesar Rp 37,2 juta atau setara dengan 372 lembar saham.

Rini Pujiyanti, secara keseluran adalah pemegang saham sebanyak Rp 637,2 juta atau setara dengan 6372 lembar saham. “Lalu menjual sebesar Rp 37,2 juta, dan telah disetujui oleh para pihak, di mana Rini menjual kepada Yayah,”jelas Hartomo, di Bekasi, Sabtu (10/8).

Kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli, berhalangan hadir saat pengalihan saham. Namun transaksi tetap bisa berjalan, karena mereka berdua telah meberikan kuasa kepada pihak lain untuk menyelesaikan proses transaksinya.

“Rini telah menandatangani surat persetujuan kuasa kepada Erwin, sementara Yayah kepada Novi. Perihal proses pengalihan sebagian saham ini, telah dikonsultasikan kepada notaris dan kemudian proses pengalihan saham pun dilaksanakan," jelas hartomo. (*) 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: Ahmad Kholil