Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktur Utama BRI Syariah Moch. Hadi Santoso mengatakan salah satu goal pemerintah adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Hal itu disampaikannya saat acara Islamic Nexgen Fest Hijab Celebration 2019 yang digelar

Acara diisi dengan berbagai kegiatan. Dimulai dengan Fun Run yang diikuti ratusan hijabers, bazar halal fashion dan juga talkshow interaktif. Lebih dari 1000 muslimah ikut dalam kegiatan ini.

Kegiatan itu digelar oleh startup fashion muslim Hijup berkolaborasi dengan Kementerian BUMN bersama Bank Umum Syariah anak perusahaan BUMN. Untuk menginspirasi para muslimah milenial, BRI Syariah mengisi acara talkshow bertema "Start your business now" di kawasan Bintaro Jaya Xchange Park, Minggu (17/2)

Hadi menyampaikan, sekarang Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi pusat industri halal dunia, melalui acara ini potensi pasar syariah bisa dikembangkan. Terlebih banyak enterpreneur muda yang membangun start up, salah satunya Hijup.

“Nah, kita sediakan medianya untuk bertransaksi secara syariah melalui BRI Syariah. Kami dukung komitmen pemerintah dalam memajukan industri halal di Indonesia. Generasi milenial ini harus terus mengembangkan kreativitasnya. " jelas Hadi, lewat keterangannya, Senin (18/2)

Acara digelar oleh startup fashion muslim Hijup berkolaborasi dengan Kementerian BUMN bersama Bank Umum Syariah anak perusahaan BUMN.

Deputi Divisi Mikro BRI Syariah Mohammad Isnaeni memberi tips-tips bagi milenial muslim yang ingin memulai bisnis. Selain narasumber dari BRI Syariah, talkshow semakin menarik karena diihadiri influencer Ria Ricis dan founder Kopi Tuku, Andanu Prasetyo.

Dalam talkshow tersebut, Mohammad Isnaeni menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memulai bisnis. Selain berbekal niat, generasi muda yang ingin mulai berbisnis sebaiknya menyesuaikan bisnis dengan minatnya.

Isnaeni mengambil contoh Ria Ricis dengan bisnis hijabnya, dan Andanu Prasetyo dengan bisnis kopinya. Setelah niat dan minat, diperlukan business plan dan modal. BRI Syariah dalam acara tersebut menawarkan produk pembiayaan yang cepat, mudah, berkelanjutan dan syar'i.

Di tahun 2019, BRI Syariah masih menyalurkan pembiayaan mikro dengan plafon mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta. Ada dua pilihan akad untuk pembiayaan mikro, yakni Murabahah, MMQ dan IMBT.

Selain menawarkan pembiayaan mikro, BRI Syariah hingga saat ini menjadi satu-satunya bank syariah yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). BRI Syariah di tahun 2018 menyalurkan KUR Mikro sebesar total Rp449,6 miliar sementara KUR Kecil sebesar Rp248,9 miliar.

Plafon untuk KUR Mikro sampai dengan Rp25 juta, sedangkan plafon untuk KUR Kecil mulai dari Rp25 juta hingga Rp200 juta rupiah.

BRI Syariah menjadikan individu yang melakukan usaha produktif dan layak sebagai target nasabah. Usia calon nasabah minimal 21 tahun atau telah menikah dan berusia 18 tahun. Usaha yang dijalani minimal selama enam bulan. Di tahun 2019 BRI Syariah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp1,5 triliun. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo