Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Cerdas Berinvestasi Melalui Reksa Dana Syariah
Perubahan tersebut memberikan efek positif, di antaranya seperti efisiensi produk, peningkatan produktivitas, biaya yang lebih murah, serta identifikasi pemecahan masalah yang lebih cepat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan industri yang saat ini menitikberatkan pada peran teknologi informasi dan digitalisasi. Revolusi industri 4.0 telah memberikan banyak dampak, salah satunya di bidang ekonomi yakni terjadinya perubahan terhadap beberapa model bisnis dan produk keuangan. Produk reksa dana salah satunya.

Perubahan tersebut memberikan efek positif, di antaranya seperti efisiensi produk, peningkatan produktivitas, biaya yang lebih murah, serta identifikasi pemecahan masalah yang lebih cepat.

Baca juga: Genjot Thoharoh, HIK Cibitung Targetkan Rp47,75 Milyar

Direktur XDana Investa Indonesia, Imas Suryati Sihombing menjelaskan, saat ini, produk reksa dana syariah mempunyai potensi besar jika dilihat dari jumlah penduduk Muslim di Indonesia.

“Perkembangan reksa dana syariah setidaknya berkontribusi 10 persen perkembangan AUM reksa dana di Indonesia” ungkapnya, saat acara Tongkrong-Ngopi-Diskusi (Topi Diksi) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerja sama dengan Xdana Investment Indonesia dan Bahana TCW Investment bertempat di Kantor Pusat MES dengan tema “Cerdas Mengatur Keuangan di Era Digital Dengan Reksa dana Syariah”, Selasa (21/1).

Lebih lanjut Imas menjelaskan, perkembangan reksa dana syariah dinilai cukup signifikan. Pada tahun 2018 ada 48 produk reksa dana syariah, sementara tahun 2019 lalu meningkat menjadi 265 produk reksa dana syariah. “Peningkatan produk reksa dana syariah dapat kita simpulkan memiliki peningkatan yang signifikan di antara produk reksa dana yang ada di Indonesia” ujarnya.

Sementara itu, Investment Specialist Bahana TCW Investment Manajemen, Kevin Sitompul menjelaskan pentingnya berinvestasi melalui reksa dana syariah dengan memberikan paparan perbandingan uang yang digunakan untuk melakukan deposito dengan uang yang digunakan untuk berinvestasi di reksa dana.

“Jumlah uang yang kita depositkan nilainya akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh inflasi sementara dengan berinvestasi nilai tersebut bisa berubah meningkat” papar Kevin.

Lebih lanjut Kevin mengatakan, meskipun hasil investasi selalu mengalami perubahan, hal tersebut dinilai wajar karena pada akhirnya hasil yang didapat adalah positif.

Kevin juga mengimbau kepada peserta agar berhati-hati dalam memilih produk investasi. Ia juga memaparkan salah satu ciri produk investasi yang harus diwaspadai yakni produk yang menjanjikan keuntungan tetap dalam jumlah yang fantastis. Kevin menekankan pentingnya memilih manajer investasi dalam mengelola dana investasi melalui efek-efek syariah maupun instrument investasi syariah lainnya.

Dalam perjalanannya, MES sendiri memiliki produk reksa dana syariah di Bahana TCW Investment. Dalam penyampaiannya, ia juga menjelaskan bahwa Bahana MES Syariah Fund dinilai memiliki portofolio investasi yang baik. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah investor di Bahana MES Syariah Fund yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan tahun 2018. Saat ini jumlahnya mencapai 6.539 Investor.

Dengan adanya diskusi ini diharapkan bisa membantu masyarakat luas dalam berinvestasi melalui reksa dana syariah. Produk-produk syariah tidak hanya ditujukan untuk umat Muslim saja, tetapi juga untuk masyarakat nonmuslim. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo