Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Ciri-Ciri Fintech Ilegal

Ciri-Ciri Fintech Ilegal

Selasa, 31 Desember 2019 09:12
FOTO I Dok. gomedici.com
Masyarakat harus cek dan ricek sebelum melakukan pinjaman online,” jelas Satgas Waspada.

Sharianews.com, Jakarta ~ Harus diakui, saat ini keberadaan fintech telah memberikan warna dalam sektor lembaga keuangan di Indonesia. Namun di sisi lain, maraknya pertumbuhan fintech bisa menjerat masyarakat dengan hadirnya fintech ilegal.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi mengharapkan peran serta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan pinjaman dengan menghindari fintech yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Masyarakat harus cek dan ricek sebelum melakukan pinjaman online,” jelas Satgas Waspada.

Satgas Waspada memaparkan ciri-ciri fintech illegal, yakni tidak memiliki izin resmi, tidak ada identitas dan alamat kantor yang jelas, pemberian pinjaman sangat mudah, informasi bunga dan denda tidak jelas, bunga tidak terbatas, denda tidak terbatas, penagihan tidak ada batas waktu, akses ke seluruh data yang ada di ponsel, ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video pribadi, dan tidak ada layanan pengaduan.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat sebelum melakukan pinjaman kepada Fintech Peer-To-Peer Lending untuk memahami beberapa hal. Misalnya dengan mempelajari skema pinjaman pada Fintech Peer-To-Peer Lending yang terdaftar di OJK, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan, pinjam untuk kepentingan yang produktif.

Sebagai informasi, dalam praktiknya fintech yang berbasis syariah tidak ada satu pun yang bermasalah atau menjerat masyarakat. Setidaknya ada tiga fintech syariah yang bisa menjad pilihan yakni Investree, Danasyariah, dan Ammana. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: