Minggu, 25 Agustus 2019
24 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Dampak RPOJK Platform Sharing Perbankan
FOTO I dok. Ojk.go.id
Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia (KCI), Adiwarman Azwar Karim mengatakan, Rancangan POJK sudah dibuat, tinggal menunggu POJK resmi diterbitkan.

Sharianews.com, JakartaPeraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait platform sharing atau sinergi perbankan induk konvensional dan anak syariah diperkirakan terbit Juli ini.

Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia (KCI), Adiwarman Azwar Karim mengatakan, Rancangan POJK sudah dibuat, tinggal menunggu POJK resmi diterbitkan.

Dalam POJK tersebut nantinya ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama-sama antar induk dan anak perusahaannya, yaitu jaringan kantor, Standar Operasional Prosedur (SOP), yang bisa digunakan secara bersama, kemudian sumber daya manusia.

“Sehingga anak perusahaan-perusahaan, Unit Usaha Syariah (UUS) yang telah di spin off dia tetap bisa menggunakan platform yang ada di induknya,” jelasnya menekaskan.

Diperkirakan hal itu akan digunakan UUS yang asetnya telah mencapai di atas Rp20triliun. Saat ini telah ada empat UUS yang telah mencapai Rp20triliun atau lebih, yakni CIMB Niaga Syariah, Maybank Syariah, Permata Syariah, dan BTN Syariah.

“Empat UUS ini asetnya telah melebihi Rp20triliun dan kita duga mereka akan memanfaatkan POJK ini. Sehingga kalau kita jumlahkan, ini juga merupakan suatu jumlah yang besar sekali unutk mendorong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia,” ungkap Adiwarman.

Lebih lanjut, ia menambahkan selain POJK tersebut masih ada beberapa hal yang diperkirakan membuat bank syariah melaju positif di semester dua.

Salah satunya adalah sejumlah Bank Umum Konvensional milik daerah mempersiapkan diri untuk melakukan konversi menjadi Bank Umum Syariah. Setelah adanya konversi pada Bank Aceh dan Bank NTB menjadi bank syariah, sebagai konsultan, Adiwarman mengaku sedang membantu beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk melakukan kajian-kajian rencana BPD untuk melakukan spin off atau konversi. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo