Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
Diandra Goutama (Dok/Foto Instagram Diandra Goutama)
Dengan dunia balap yang sejak lama digeluti, ia berharap dapat menginspirasi banyak orang, khususnya perempuan agar semakin banyak yang berhijrah.

Sharianews.com, Tidak banyak muslimah berkarier di dunia yang didominasi oleh laki-laki. Seperti dunia otomotif ataupun tinju. Tapi tidak bagi Diandra Gautama, seorang pembalap perempuan dan presenter otomotif yang telah memutuskan berhijab pada 2017 lalu.

Diandra mengaku sempat berpikir tentang tanggapan orang lain tentang dirinya yang bekerja di dunia otomotif. Hingga akhirnya ia menemukan alasan yang meyakinkannya untuk kembali di dunia otomotif.

Alasan tersebut datang dari sosok yang sangat menginspirasinya yaitu wanita di zaman Rasulullah SAW. Salah satunya adalah Rumaisyah binti Milhan atau biasa dijuluki Ummu Sulaim. Ia salah satu sahabat Rasul yang cantik, cerdas dan juga pemberani.

Bahkan namanya tercatat pernah mengikuti perang-perang besar yakni Hunayn dan Uhud, dimana perang biasanya hanya digeluti oleh kaum Adam saja. Dalam perang tersebut senjata andalan dari Ummu Sulaim adalah belati.

“Dari situ dapat disimpulkan bahwa tidak apa jika perempuan beraktivitas di dunia yang umumnya digeluti laki-laki, asalkan menutup auratnya dan tidak keluar dari syariat. Ini dia salah satu yang membuat aku berani berhijrah,” ujar pembalap cantik ini dalam sebuah talkshow inspiratif World Celebration Hijab yang di gaungkan oleh Hijup, Minggu (17/2).

Dengan dunia balap yang sejak lama digeluti, ia berharap dapat menginspirasi banyak orang, khususnya perempuan agar semakin banyak yang berhijrah. Serta tidak ada lagi paradigma negatif yang mengatakan hijab sebagai penghalang perempuan berkarya. Jadi ia mengaku di dunia otomotif inilah merupakan ladang dakwah baginya.

Lebih lanjut, reviewer atau presenter otomotif ini menceritakan, bahwa paradigma negatif tersebut sempat terfikirkan pula. Ia mengaku keinginannya untuk mengenakan hijab sebenarnya sudah sejak lama. Tetapi kekhawatiran akan terhambatnya rezeki dan aktivitas ternyata lebih besar dari niatnya.

Hingga pada suatu hari ia menghadiri sebuah kajian  yang membahas tentang hijab. Dalam kajian tersebut disebutkan sebuah hadis oleh narasumber yang diakui memang masih dhoif (lemah), tetapi sangat menyentuh hatinya.

“Disitu tuh dikatakan (singkatnya), kalian tau gak sih para gadis, satu langkah kalian keluar rumah tanpa hijab, itu artinya satu langkah pula memasuki ayah kalian ke neraka. Jadi walaupun itu hadis dhoif atau shohih aku gak pedulli yang penting aku udah harus berhijab sekarang, itu udah kacau banget, menyangkut orang tua,” kata dia di belakang panggung usai Talkshow berakhir.

 

 

 

Reporter: Fathia Editor: Munir