Sabtu, 27 Februari 2021
16 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Erick Thohir Ungkap Alasan Dibentuk Bank Syariah Indonesia Ada Kaitan dengan Bank Konvensional
Foto dok. Iasgatewayy
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan dilakukannya penggabungan merger tiga bank syariah milik Himbara

Sharianews.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan dilakukannya penggabungan (merger) tiga bank syariah milik Himbara untuk mengembangkan penetrasi bank syariah Indonesia yang selama ini sangat jauh ketinggalan dibandingkan dengan bank konvensional.

Untuk itu, hal ini menjadi salah satu prioritas yang dilakukan agar ekonomi syariah di Indonesia makin berkembang dan bank milik pemerintah memiliki fokus pasarnya masing-masing, serta bisa mendukung perekonomian dari seluruh sisi

Seperti yang diketahui, tiga bank syariah milik Himbara yang merger adalah PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah bersatu menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

"Hasil merger ini bisa membuktikan sebagai negara mayoritas muslim punya bank syariah kuat secara fundamental. Kalau berjalan baik, hasilnya masuk top 10 secara aset dengan modal pada Februari ini di awal Rp225 triliun. Ini menjadi nilai kompetitif yang kita bisa bersaing dengan bank lain," kata Erick dalam webinar Indonesia Islamic Economic Forum yang diselenggarakan Masyarakat Ekonomi Syariah, Jumat (22/1/2021).

Tak hanya menjadi pemain dalam negeri, bank ini dalam lima tahun ke depan juga ditargetkan bisa menjadi menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbaik secara global.

Selama ini, dijelaskan Erick, penetrasi industri perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Malaysia. "Tentu secara realita bahwa data daripada kondisi bank syariah dipenetrasi itu masih sangat rendah. Kalau kita bandingkan dengan Turki, Yordania, dan Malaysia, masih jauh sekali," kata dia.

Bank Syariah Indonesia ditargetkan dapat menjadi stabilisator pertumbuhan dan ekonomi nasional yang lebih luas dan tidak hanya berpangkal kepada sebagian orang saja.

Sebagain informasi, selain modal yang besar, bank hasil merger ini akan didukung dengan keberadaan lebih dari 1.200 cabang, 1.700 jaringan ATM, serta didukung 20 ribu lebih karyawan di seluruh Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman