Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Fase Baru Halal Travel, Halal Travel 2.0
FOTO I Dok. Ahmad Arif sharianews.com
Di awal dekade, para pelaku bisnis, hotel, dan operator perjalanan telah menyediakan layanan-layanan fungsional yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim Halal Travel 1.0. Penawaran-penawaran ini termasuk pilihan makanan halal, toilet yang menyediakan air bersih, dan fasilitas ibadah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, industri perjalanan halal masuk dalam era yang disebut dengan Halal Travel 2.0. Era di mana halal travel memanfaatkan sebuah tranformasi digital dan teknologi.

Direktur MasterCard Indonesia Tommy Singgih mengatakan, pasar wisata halal telah melalui berbagai perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Di awal dekade, para pelaku bisnis, hotel, dan operator perjalanan telah menyediakan layanan-layanan fungsional yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim Halal Travel 1.0. Penawaran-penawaran ini termasuk pilihan makanan halal, toilet yang menyediakan air bersih, dan fasilitas ibadah.

Didorong oleh transformasi digital dan teknologi yang pesat, sebuah fase baru pasar wisata halal pun hadir. Fase ini ditentukan oleh pengalaman dan konektivitas Halal Travel 2.0.

Halal Travel 2.0 memanfaatkan teknologi-teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al), realitas tambahan (Augmented Reality) dan realitas virtual (Virtual Reality) untuk melibatkan para wisatawan Muslim secara lebih baik di era digital ini. Termasuk penggunaan media sosial untuk melihat dan menentukan tujuan travel.

Demikian seperti yang diungkapkan Tommy. “Bagaimana mereka men-share pengalaman mereka dengan yang lainnya, ini sebuah replikasi pertumbuhan yang baik di mana dengan cara seperti ini, sharing pertumbuhan atau pengalaman mereka di dalam berpergian wisata halal ini bisa tersebar dengan baik,” pungkas Tommy, di Jakarta, Selasa (10/4).

Sebagai informasi, Indonesia berhasil menduduki peringkat teratas Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 untuk pertama kalinya.

Laporan GMTI 2019 mencakup 130 destinasi secara global, baik negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun negara-negara non-OKI.

Indonesia tidak sendiri, bersama Malaysia, Indonesia menepati posisi peringkat pertama negara OKI di 2019 ini. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo