Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Filipina Ingin Adopsi Konsep BMT di Indonesia
FOTO I Dok. ifresource.com
BMT sendiri adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan berdasarkan prinsip pembagian keuntungan, menumbuhkan bisnis usaha mikro dan kecil

Sharianews.com, Jakarta ~ Konsep Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang dimiliki Indonesia saat ini, tengah diminati negara-negara di dunia. Mereka menginginkan konsep BMT juga diterapkan di negaranya. Salah satunya adalah negara tetangga, Filipina.

Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ahmad Juwaini menyampaikan, Filipina ini ingin mereplikasi konsep BMT ke negaranya.

Juwaini mengungkapkan, saat ini memang sudah ada permintaan dari Filipina terkait pengembangan konsep BMT. Namun KNKS baru akan memberikan pelatihan di 2020.

“Sebenarnya secara lisan sudah deal, bahwa KNKS akan melatih mereka di tahun 2020. Tapi karena kemarin deal keduanya di bulan Desember, saat itu KNKS sudah tutup buku untuk program. Jadi moving forward ke 2020 programnya,” jelasnya menegaskan saat dihubungi Sharianews.com, baru-baru ini.

Ke depan, Juwaini memprediksi permintaan pelatihan BMT seperti ini akan semakin banyak dari luar negeri.

BMT sendiri adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan berdasarkan prinsip pembagian keuntungan, menumbuhkan bisnis usaha mikro dan kecil, guna meningkatkan derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum miskin.

Ia menerangkan, hal yang membuat negara lain tertarik dengan konsep BMT di Indonesia adalah konsep keuangan mikro yang sudah applicable dan tinggal pakai. Mayoritas negara lain hanya memiliki lembaga keuangan untuk skala menengah dan besar seperti perbankan. Namun, lembaga keuangan yang berfokus pada keuangan mikro seperti BMT belum ada.

Sebelumnya, KNKS telah memberikan pelatihan BMT ke Nigeria. Sejauh ini, KNKS masih terus memantau implementasi dan perkembangan dari hasil pelatihan BMT yang diberikan oleh KNKS agar bisa direplikasi ke negara lain. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo