Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
Jumpa pers seminar nasional teknologi dan inovasi masa depan keuangan Islam (foto/dok) romy.sharianews.com
"Ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas lainnya," jelas Ma'ruf.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Ma'ruf Amin  menyampaikan pemikirannya bahwa ekonomi syariah harus menjadi trigger atau pemicu bagi penguatan ekonomi nasional karena ekonomi syariah merupakan dasar dari pemberdayaan ekonomi umat.  Antara pemberdayaan ekonomi umat dan ekonomi syariah itu saling menopang.

Ekonomi Syariah akan kuat jika umat diberdayakan, sehingga mampu menjadi nasabah. Umat yang dimaksud tentunya adalah seluruh umat beragama yang saling berinteraksi dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas lainnya," jelas Ma'ruf, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/2).

Sebagai ahli keuangan di bidang ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan, dalam melihat perkembangan teknologi dan digital yang pesat di Indonesia, serta potensi ekonomi Indonesia ke depan, Ma’ruf mengungkapkan, bahwa mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya.

Ini akan membantu menitikberatkan pada pemerataan, keadilan sosial dan kepedulian guna memperkecil ketimpangan ekonomi saat ini.

Lebih lanjut dalam acara Seminar Nasional Finansial Technology Syariah yang diselenggarakan Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan (KPPTK) bersama dengan Asosiasi Fintech Syariah lndonesia  yang bertajuk "Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam”, ia menyatakan bahwa kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Beberapa contoh perkembangan teknologi digital yang terkait dengan ekonomi keuangan syariah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi misalnya, sistem produksi dan rantai nilai dalam sektor industri halal yang antara lain ditunjukan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital.

"Sementara dari sisi keuangan, aplikasi fintech yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, tetapi juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, sedekah dan wakaf, " pungkas Ma'ruf. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo