Selasa, 18 Februari 2020
24 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Keuangan / Genjot Thoharoh, HIK Cibitung Targetkan Rp47,75 Milyar
HIK Cibitung akan melakukan penambahan jumlah karyawan khusus pembiayaan Thoharoh sebanyak 74 orang.

Sharianews.com, Cibitung ~ Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung menargetkan pembiayaan mikro Thoharoh hingga Rp47,75 milyar di 2020.

Direktur Utama BPRS HIK Cibitung, Heriyakto Setyo Hartomo mengatakan, pembiayaan mikro Thoharoh tahun 2020 ditargetkan mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang saat itu berjumlah Rp15,10 milyar.

Baca juga: Sasar Milenial, BPRS HIK Keluarkan Produk Tabungan Gaul iB Digital

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, HIK Cibitung akan melakukan penambahan jumlah karyawan khusus pembiayaan Thoharoh sebanyak 74 orang. Selain itu, akan ada penambahan 14 unit mikro Thoharoh.

“Kami mendapatkan penghargaan dari Water.org, suatu lembaga di bawah struktur PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengenai sanitasi kebersihan. Kita di Jawa ini adalah yang terbesar, yang terbaik menyalurkan pembiayaan Thoharoh,” ujar pria yang disapa Toto, di Cirebon, Sabtu (18/1).

Saat ini, HIK Cibitung telah bekerja sama dengan Water.org untuk mengembangkan Thoharoh agar mencapai target-terget yang telah ditentukan.

Sementara itu, Komisaris Utama BPRS HIK Cibitung, Helmi M.Zen mengatakan, program pembiayaan Thoharoh memiliki misi sosial yang sangat kental. Thoharoh merupakan pembiayaan untuk kaum duafa. Pemberian pembiayaan tersebut hanya Rp3 juta yang dicicil selama 50 minggu.

Helmi mengungkapkan, lembaga perbankan lain, tidak tertarik akan pembiayaan ini karena bersifat sangat mikro. “Tapi kami melihat ini sangat strategis untuk membiayai kaum duafa dalam rangka meningkatkan kemampuan ekonomi mereka,” sambungnya, kepada Sharianews.com, Minggu (19/1).

Alasan dinamakan Thoharoh karena sebagian dananya digunakan untuk memperbaiki sanitasi. Terlebih sanitasi di daerah pedesaan umumnya tidak layak, seperti letak dan kebersihan toilet, kemudian, pembuangan air limbah setelah mandi dan mencuci. Termasuk jarak antara tangki septik dan sumur yang terlalu dekat sehingga bisa menyebabkan sumber air tercemar.

“Kita melihat ini menjadi sumber masalah penyakit. Dalam rangka meningkatkan kesehatan kami luncurkan program Thoharoh, supaya mereka memperbiki sanitasinya,” ujar Helmi.

Selain itu, agama memang mewajibkan untuk menjaga kebersihan. Bila sumber air tidak bersih, maka airnya tidak layak digunakan untuk bersuci. Karenanya, pembiayaan Thoharoh ini dinilai sangat bermanfaat.

Program Manager Water.org Renata Fauzia memuji pencapaian yang diraih HIK Cibitung. Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan HIK Cibitung memiliki tujuan untuk meningkatkan skala pasar pembiayaan Thoharoh. Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas staf dan sistem informasi manajemen. Kemudian strategi pemasaran yang kuat.

“Serta, menghubungkan ke jejaring Water.org dan stakeholders lainnya terkait sektor air dan sanitasi dan/atau keuangan mikro,” imbuh Fauzia, Minggu (19/1).

Lebih detail, Fauzia memaparkan, ada 11 rencana kerja yang perlu dilakukan di tahun 2020, yakni pelatihan untuk staf baru di cabang atau unit kerja baru, pelatihan untuk staf lama (refreshment training), peningkatan sistem informasi manajemen, lokakarya apresiasi nasabah, apresiasi untuk cabang dan unit kerja, pembuatan alat pemasaran, video testimoni, kunjungan pembelajaran ke mitra Water.org, pemantauan internal dan quality control, evaluasi bulanan dengan Water.org, serta partners meeting mitra Water.org. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo