Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / IITCF Sebut Peminat Tour Halal ke Eropa Tetap Ramai
FOTO | dok.IITCF
Di dunia travel, Eropa meski memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama bagi turis muslim dibanding tujuan wisata ke negara-negara Asia, tetapi peminatnya tetap tinggi.

Sharianews.com, Jakarta. Eropa dengan segala keindahan dan keunikannya menjadi destinasi yang banyak diburu wisatawan dari berbagai negara, tak terkecuali dari negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Meski biaya berwisata ke Eropa cukup merogoh kocek, tetapi peminatnya tak pernah sepi, terutama di musim liburan sekolah atau liburan akhir tahun. 

Di balik keindahan tempat-tempat wisata Eropa, ternyata menyimpan berbagai persoalan, terutama untuk pelancong muslim yang belum berpengalaman. Karenanya, jika belum memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman menjelajah, para pelancong disarankan bepergian menggunakan biro jasa travel berpengalaman. 

Karena rumit dan kompleksnya masalah yang dihadapi, Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) H. Priyadi Abadi, M.Par, menyarankan agar penyelenggara tour Eropa harus benar-benar memahami kondisi yang ada di Eropa.

"Time management harus sangat ketat dijalankan, jika tidak akan berdampak pada pembengkakan anggaran,” ujar Priyadi di Muamalat Tower Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Lebih jauh disebutkan oleh Priyadi, penyelenggaraan tour ke Asia sangat berbeda dengan ke Eropa. Tingkat kerumitannya jauh lebih besar di Eropa. Karena itulah, travel yang sudah biasa menyelenggarakan tour Eropa akan lebih mudah menjalankan trip Asia."Dalam dunia travel, tujuan Eropa tingkat kesulitannya paling tinggi dibanding Asia atau destinasi lainnya,” papar Priyadi.

Priyadi mengakui berasarkan pengalamannya sebagai Tour Leader, penyelenggara harus update dengan situasi terkini. Sebagai contoh misalnya, situasi terkini di Kota Paris dengan demo-demonya.

Para penyelenggara biro travel juga mesti memahami modus-modus kejahatan seiring tingkat kriminalitas yang naik, juga harus memahami jenis merek-merek branded yang sering diburu oleh pelancong kita. “Mereka mesti terjun langsung mengurusi segala kebutuhan peserta tour, mulai dari bangun pagi sampai peserta tour terlelap dikamar hotelnya,” ujar Priyadi.

Sebab untuk menggunakan lokal guide fullday di Eropa akan menambah biaya yang sangat tinggi, terlebih lagi, lokal guide Eropa hitungannya per jam, dan itu tak lazim dilakukan oleh travel Indonesia. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil