Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Induk BTM akan Terbitkan Good Cooperative Governance
Induk BTM bersama kekuatan komponennya akan terus membangun tata kelola manajemen bisnis baru sebagai bagian dari itjihad ekonomi dan sekaligus menjawab tantangan industri digital 4.0.

Sharianews.com, Jakarta ~ Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) akan menyelenggarakan lokakarya Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) tentang membangun regulasi tata kelola nasional BTM untuk mewujudkan Good Cooperative Governance (GCG) BTM di Yogyakarta pada 20-21 Februari 2020.

Ketua Induk BTM, Achmad Suud mengatakan, pada saat Muhammadiyah Microfinance Summit 2019  yang berlangsung 19-21 September 2019 lalu, ada point rekomendasi vital yang menegaskan, dalam rangka untuk meningkatkan peran dan fungsi BTM sebagai Pusat Keuangan Muhammadiyah serta strategi berkelanjutan keuangan mikro, Induk BTM bersama kekuatan komponennya akan terus membangun tata kelola manajemen bisnis baru sebagai bagian dari itjihad ekonomi dan sekaligus menjawab tantangan industri digital 4.0.

“Rekomendasi tersebut sekaligus berfungsi untuk menjawab tantangan ke depan dalam pengembangan jaringan BTM,”ujarnya, Selasa (4/2).

Pentingnya membangun tata kelola nasional, tak lepas dari keinginan BTM untuk memiliki Good Cooperative Governance (GCG) sebagai mana corporate culture disebuah institusi perusahaan.

Hal itu dinilai sangat penting ketika Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menerbitkan Pedoman Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) untuk semua AUM serta menjawab tantangan BTM ke depan menuju sebuah korporasi koperasi umat Islam.   

Selain itu, adanya regulasi yang diterbitkan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam bentuk Surat Edaran Nomor 004/B/G/2017 tentang pengembangan BTM satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM yang selama ini diterjemahkan dalam sosialisasi Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM). Membuat  keharusan bagi BTM memiliki tata kelola manajemen nasional secara integrasi.

“Dengan demikian keberadaan dari BTM benar-benar memberikan dampak terhadap percepatan konsolidasi ekonomi Muhammadiyah dalam rangka meneguhkan pilar ketiga Muhammadiyah,”terang Suud.

Acara lokakarya GMM di Yogyakarta tersebut akan dihadiri oleh para peserta dari jaringan BTM nasional dari berbagai daerah dan  dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Anwar Abbas.

Acara tersebut juga  diselingi dengan diskusi nasional dengan para narasumber seperti A. Iskandar Zulkarnain (Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji), Achmad K Permana (Dirut Bank Muamalat Indonesia), Muhammad Nadrattuzaman Hosen (DSN – MUI Institute), Arif Safari ( Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan – PP Muhammadiyah), Indra N Fauzi ( Dewan Pengawas Induk BTM), Triyono (BTM Institute).

Di ujung acara pada tanggal 21 Februari 2020 akan diselenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk BTM serta rekomendasi-rekomendasi dari Induk BTM baik secara internal untuk disampaikan di acara Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta nanti dan kepada  eksternal sebagai masukkan untuk kebijakan publik bagi pemerintah dalam mengembangkan keuangan mikro di Indonesia.

“Dengan demikian di acara lokakarya GMM tersebut kami berharap memilki dampak dan manfaat terhadap pengembangan BTM secara nasional dan sekaligus sebagai bagian dalam dakwah amar maruf dibidang ekonomi,” tukas Suud. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo