Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Ini Manfaat SBSN untuk Dunia Pendidikan
FOTO I Dok. uinsgd.ac.id
SBSN adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

Sharianews.com, Bandung ~ Pemerintah bakal kembali mendanai proyek infrastruktur Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dana ini digunakan untuk menunjang fasilitas seperti gedung kuliah dan pengembangan pembangunan.

Seperti diketahui, SBSN adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.

Hal ini dilakukan mengingat pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah salah satu fokus pemerintah saat ini. SBSN sebagai bagian dari pembiayaan dalam APBN atau #inipunyakita telah mendanai sebesar total Rp116,44 miliar sejak 2016 hingga tahun 2019.  

Jika dibedah, SBSN telah mendanai gedung perkuliahan kampus II sebesar Rp40,72 miliar tahun 2016. Pada tahun 2017, SBSN membiayai pembangunan gedung pascasarjana sebesar Rp45,72 miliar. Terakhir, pada tahun 2019, SBSN mendanai gedung ruang kuliah bersama dan gedung laboratorium terintegrasi fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebesar Rp30 miliar.

Sebagai informasi, UIN Sunan Gunung Djati terdapat di tiga lokasi di Bandung yaitu kampus I di Cibiru, kampus II di Gedebage dan dan kampus III di Cileunyi.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah menyalurkan SBSN sebagai sumber pendanaan jalan bawah tanah atau underpass New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Komite Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, Sugiyartanto yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga mengatakan keberadaan underpass baru tersebut tidak hanya menunjang lalu lintas kendaraan menuju Bandara NYIA, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang terkenal akan seni dan budayanya.

“Kita tidak hanya sekedar membangun jalan atau membangun underpass (NYIA), tetapi kita juga berikan sentuhan-sentuhan seni atau bahasa kami diberikan beautifikasi tanpa menghilangkan fungsi utama (dari underpass-nya),” ungkap Sugiyartanto. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: