Selasa, 7 Juli 2020
17 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Ini Syarat Kemenag untuk Orang yang Diperbolehkan Beribadah di Rumah Ibadah
Foto dok. Kemenag
Dalam Surat Edaran itu mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah. Ada sembilan poin

Sharianews.com, Jakarta - Polemik kegiatan beribadah di rumah ibadah di tengah pandemi Covid-19 menjadi polemik di masyarakat. Untuk itu Kementeriag Agama (Kemenag) telah menerbitkan surat edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Dalam Surat Edaran itu mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah. Ada sembilan poin, yaitu:

1. Jemaah dalam kondisi sehat;

2. Meyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang;

3. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah;

4. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;

5. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;

6. Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;

7. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;

8. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19;

9. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Jika rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan  sosial keagamaan, seperti akad pernikahan/perkawinan, maka selain tetap mengacu pada ketentuan di atas, aturan berikut harus juga dipatuhi:

1. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19;

2. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang; dan

3. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan surat edaran ini diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama  dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya.

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” terang Menag di Jakarta, Sabtu (30/05).

Rep. Aldiansyah Nurrahman