Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Pixabay.com
Di luar Harbolnas yang sangat diincar banyak orang, kasus pengaduan terhadap e-commerce juga dianggap lumayan banyak

Sharianews.com, Jakarta ~ Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan konsumen terhadap e-commerce pasca hari belanja nasional (harbolnas) hanya satu pengaduan. Hal ini bisa dikatakan menurun mengingat tahun 2017 lalu mencapai 33 pengaduan belanja online.

Adapun saat itu toko online Lazada mendapat pengaduan tertinggi sebanyak 9 aduan, Shopee dan Tokopedia yang masing-masing sebanyak 3 aduan. Kemudian Akulaku dan Blibli masing-masing sebanyak 2 aduan dan 14 toko online lainnya mendapat masing-masing 1 aduan.

Namun, di luar Harbolnas yang sangat diincar banyak orang, kasus pengaduan terhadap e-commerce juga dianggap lumayan banyak.

“Lumayan, masuk 10 besar komoditas yang paling banyak diadukan ke YLKI, untuk angkanya belum dipastikan lagi,” ungkap Staf Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang enggan disebut namanya.

Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memblokir 690 situs dagang dan investasi yang terindikasi melakukan penipuan. Namun demikian, masyarakat sebaiknya tetap ekstra hati-hati melakukan transaksi bisnis di dunia maya. Pasalnya, diperkirakan ribuan situs bodong masih berkeliaran.

Selama tahun 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran terhadap 961.456 situs yang memuat konten negatif. Dari jumlah itu, telah dilakukan normalisasi sebanyak 430 situs karena adanya klarifikasi dari pemilik situs dan kepatuhan terhadap aturan yang ada.

Berdasarkan data sampai November 2018, Situs pornografi masih menjadi situs paling banyak diblokir oleh Kementerian Kominfo sepanjang tahun 2018. Total sebanyak 106.466 situs yang mengandung konten pornografi ditutup karena adanya aduan dari masyarakat ataupun permintaan lembaga. Jumlah itu menjadikan jumlah keseluruhan situs pornografi yang telah diblokir sebanyak 883.348 situs sejak tahun 2010.

Peringkat kedua dan ketiga situs yang terbanyak diblokir di tahun 2018 adalah situs perjudian dan penipuan. Masing-masing sebanyak 63.220 dan 2.639.  Total keseluruhan situs perjudian yang telah diblokir sejak tahun 2010 sebanyak 70.663 situs. Adapun situs penipuan mencapai 2.639 situs.

Sementara akun platform media sosial yang paling banyak diblokir selama tahun 2018 adalah Facebook dan Instragram. Berdasarkan database Penanganan Konten sebanyak 8.903 akun facebook dan instagram telah diblokir karena memuat konten negatif.

Jumlah akun media sosial twitter yang telah diblokir sebanyak 4985. Adapun Youtube sebanyak 1.689 akun. Sampai bulan November 2018, akun file sharing yang telah diblokir sebanyak 517, telegram sebanyak 502 akun. Adapun akun Line dan BBM masing-masing 18 dan 5 akun.

Sesuai dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan sebagai konten negatif. (*)

Reporter: Munir Abdillah Editor: Achi Hartoyo