Rabu, 27 Januari 2021
14 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Kemenkop: Jika Ekonomi Islam Digarap Optimal, Peluang Berkarir Bagus
FOTO | Dok. Arif Sharianews.com
Pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia relatif kecil, yaitu hanya 5,3 persen terhadap indsutri perbankan nasional.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Karenanya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Termasuk di dalamnya industri keuangan seperti bank dan asuransi syariah.

Namun faktanya, menurut Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Agus Muharram, pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia relatif kecil, yaitu hanya 5,3 persen terhadap indsutri perbankan nasional.

“Hal ini jauh dibanding dengan pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di sejumlah negara Islam lainnya seperti Malaysia yang 23,8 persen, Uni Emirat Arab yang 19,6 persen, dan Saudi Arabia yang mencapai 51,1 persen,” jelas Agus dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu.

Ia optimistis jika potensi ekonomi Islam digarap secara optimal, semua memiliki peluang yang bagus, termasuk karir pada industry keuangan seperti bank dan asuransi syariah yang dinilai masih sangat besar.

Karir di sejumlah institusi syariah tersebut mencakup Bank syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) di bank umum, Lemaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), pembiayaan syariah, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

“Sebaiknya Perguruan Tinggi memberikan mata kuliah terkait bank syariah dan asuransi syariah, dan menawarkan kurikulum yang bisa link and macth dengan dunia kerja, khususnya tenaga profesional di bank syariah dan asuransi syariah,” tutur Agus.

Lebih lanjut ia menguraikan, meski belum tergarap secara optimal, namun, Indonesia memiliki prestasi di industri keuangan syariah.

Prestasi tersebut di antaranya, Indonesia menjadi negara dengan jumlah institusi keuangan syariah terbanyak di dunia dengan lebih dari 5 ribu unit, yang mencakup 34 bank syariah, 58 operator takaful atau asuransi syariah, tujuh modal ventura syariah, 163 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) 4.500-5.500 koperasi syariah atau baitul maal wat tamwil

Indonesia juga telah mencetak nasabah ritel terbesar dalam suatu pasar tunggal dengan total lebih dari 23 juta rekening (Mei 2017), menerbitkan Sukuk ritel dan menciptakan Shariah Online Trading System

Sebagai gambaran, Indonesia masih menempati posisi 10 dalam Global Islamic Economic Index. Menurut laporan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2017/2018.

Untuk peringkat pertama diduduki oleh Malaysia dengan skor 193, disusul Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan skor 88, Arab Saudi dengan skor 84, Oman dengan skor 59, Kuwait dengan skor 57, Pakistan dengan skor 56, Qatar dengan skor 55, Iran dengan skor 43, dan Indonesia dengan skor 42.

Indonesia juga menempati peringkat sembilan negara dengan aset keuangan syariah terbesar di dunia. Peringkat 1-8, masing-masing diduduki Arab Saudi, Iran,Malaysia, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Turki, Indonesia, Bangladesh. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo