Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Kesepakatan Bilateral Arab Saudi-Indonesia Soal Modal IsDB
FOTO I Dok. Pexels.com
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara-Negara G-20 Tahun 2020 di Riyadh, difokuskan pada tiga hal utama, salah satunya terkait peningkatan modal Islamic Development Bank (IsDB Capital Increase).

Sharianews.com, Jakarta ~ Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Arab-Saudi di acara pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara-Negara G-20 Tahun 2020 di Riyadh, difokuskan pada tiga hal utama, salah satunya terkait peningkatan modal Islamic Development Bank (IsDB Capital Increase).

Saat ini, Islamic Development Bank (IsDB) sedang melakukan proses kenaikan modal umum. Di sisi lain, Indonesia mempunyai kepentingan untuk menaikkan kepemilikan modal dan menempatkan permanen Executive Director di IsDB.

Penguatan peran Indonesia di IsDB tidak hanya untuk kepentingan Indonesia, tetapinjuga sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama IsDB dengan negara-negara Asia, hingga negara-negara Timur Tengah dengan Asia.

Terkait hal tersebut, dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani meminta dukungan Arab Saudi sebagai pemegang saham terbesar di IsDB bagi keberhasilan rencana Indonesia tersebut.

Menteri Keuangan Arab Saudi H.E. Mohammed Al–Jadaan menyampaikan dukungan dan akan membicarakannya dengan Presiden IsDB.

Selain pembahasan peningkatan modal IsDB, pembasahan lain terkait dengan Agenda G-20 Presidensi Arab Saudi, serta upaya penguatan kerja sama bilateral antarkedua negara.

Dalam Agenda G-20 Presidensi Arab Saudi, Menteri Keuangan Arab Saudi meminta dukungan Menteri Keuangan RI bagi keberhasilan agenda-agenda yang menjadi prioritas G20 dan Arab Saudi pada tahun 2020.

Menkeu RI menyampaikan bahwa agenda-agenda yang menjadi prioritas Presidensi Arab Saudi 2020 sangat tepat pada waktunya dan relevan.

Untuk penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Arab Saudi, Sri Mulyani menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor potensial yang dapat diperkuat bagi kedua negara. Saat ini, turis dari Indonesia, dalam skema ibadah umrah, merupakan yang terbesar di Arab Saudi. Hal ini mengingat kuota haji yang terbatas dan masa tunggu haji yang lama.

Sektor kedua yang diusulkan adalah investasi. Salah satunya, investasi Arab Saudi dapat disalurkan melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) yang saat ini sedang dibentuk oleh Indonesia, untuk penyediaan pembiayaan pembangunan ibu kota baru dan Aceh.

Sri Mulyani menyampaikan, bahwa SWF akan dibentuk sebagai badan penyatuan dana investasi untuk mengelola investasi langsung (FDI) yang bertujuan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia melalui investasi domestik. Saat ini, Indonesia juga sedang berdiskusi dengan pemerintah Uni Emirat Arab dan telah menyampaikan komitmennya untuk turut berinvestasi dalam SWF.

Menteri Keuangan Arab Saudi menyepakati sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini, Arab Saudi sedang mengembangkan satu kota yang terintegrasi dan berteknologi tinggi Neo Mustaqbal (NEOM). (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: