Sabtu, 28 Maret 2020
04 Sha‘ban 1441 H
Home / Ekbis / Ketahui Lima Strategi dalam Meksi untuk Penguatan Pendanaan Perbankan Syariah
FOTO I Dok. albawaba.com
Sektor perbankan syariah menjadi salah satu sorotan dalam perkembangan industri keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Index (GIEI) tahun 2018-19, industri keuangan syariah Indonesia menempati posisi ke-8 di dunia.

Pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) telah meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi) tahun lalu. Peluncuran Meksi ini secara resmi dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga menjabat sebagai Ketua KNKS.

Salah satu fokus utama Meksi adalah penguatan keuangan syariah. Sektor perbankan syariah menjadi salah satu sorotan dalam perkembangan industri keuangan syariah. Secara umum, keuangan syariah global dalam kurun waktu 2014 hingga 2018 masih dikuasai oleh negara-negara yang sama, antara lain Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain.

Maklum, berdasarkan data dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2019 kinerja bank syariah memang masih sangat baik. Perbankan syariah berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan 11,03 persen (yoy), pertumbuhan dana pihak ketiga 10,16 persen (yoy), dan pertumbuhan laba berjalan mencapai 46,60 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan secara nasional.

Karenanya, guna meningkatkan pertumbuhan pendanaan industri keuangan syariah khususnya perbankan, KNKS telah meluncurkan beragam strategi. Berikut ini lima strategi yang tengah dicanangkan KNKS dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi) untuk penguatan pendanaan perbankan syariah:

Diversifikasi Produk dan Jasa Perbankan Syariah

Strategi ini meliputi: market research terkait kebutuhan produk jasa keuangan perbankan syariah yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan industri, mengenalkan produk dan jasa perbankan syariah yang baru sesuai kebutuhan pasar (Product Development), membangun platform mudharabah muqayyadah oleh bank syariah. 

Selain itu, strategi Meksi juga berperan dalam mendorong penggunaan Wadiah bil Wakalah sebagai basis simpanan (giro, tabungan, dan deposito), mengembangkan produk pengelolaan investasi sesuai life cycle nasabah, hingga memperbaiki struktur dana untuk mendukung perluasan sektor pembiayaan.

Integrasi Antarsektor

Strategi yang kedua ini meliputi: integrasi dengan sektor keuangan lainnya (pasar modal, keuangan mikro, takaful, dan dana pensiun syariah), pemanfaatan ekonomi digital melalui pembuatan dan penggunaan platform untuk keperluan funding, pemanfaatan ekonomi digital melalui pembuatan dan penggunaan platform untuk keperluan financing, optimisasi pengelolaan dana haji.

Strategi ini juga mendorong keterlibatan bank syariah dalam pengelolaan dana pemerintah pusat/daerah dan dana BUMN/BUMD, mendorong BUS untuk menjadi bank kustodian sehingga penempatan dana emisi obligasi syariah dapat ditempatkan di bank syariah, hingga optimalisasi dana Ziswaf sekaligus peningkatan integrasi fungsi sosial bank syariah dengan mengambil zakat dari rekening nasabah melalui sistem yang adil.

Peningkatan Insentif untuk Bank Syariah

Strategi ketiga yang dicanangkan KNKS adalah spin-off bank syariah, akuisisi dan merger perbankan syariah, mendirikan Bank BUMN Syariah (Opsi merger BUS milik BUMN atau konversi bank konvensional milik BUMN), membentuk investment bank syariah.

Selain itu, strategi Meksi turut mendorong pengembangan model leverage bank syariah (memaksimalkan fasilitas induk), menjadi lembaga intermediasi bagi investasi domestik dan asing yang masuk ke Indonesia untuk membiayai industri, terutama industri halal.

Membentuk National Halal Fund

Guna meningkatkan terbentuknya national halal fund, KNKS melakukan konsolidasi dan perencanaan pembentukan national halal fund dengan koordinasi bersama bank syariah dan LKS lainnya, perumusan kebijakan pendirian national halal fund, penguatan operasional national halal fund, pengembangan infrastruktur mekanisme operasional national halal fund hingga sosialisasi dengan stakeholders, peresmian, dan pelaksanaan national halal fund.

Value Enhancement Perbankan Syariah

Strategi terakhir yang diterapkan KNKS untuk penguatan pendanaan perbankan syariah adalah enhancing customer experience, enhancing service quality dengan memanfaatkan regulasi yang sudah ada, mengevaluasi regulasi yang berlaku, serta memberikan usulan kepada regulator terkait peraturan yang belum tersedia, melakukan kampanye menabung di bank syariah dan anti riba, menyosialisasi, mengedukasi, dan meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap bank syariah, khususnya pada pelaku UMKM dan industri halal. (*)

Achi Hartoyo