Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
Rakornas IV Nucare-Lazisnu Dibuka oleh Ketum PBNU K.H Said Aqil Siroj (foto/dok) NuCare-Lazisnu
NuCare-Lazisnu selama tiga tahun terakhir sudah menerapkan standar manajemen internasional yaitu ISO 9001:2015.

Sharianews.com, Yogyakarta ~ Nahdatul Ulama (NU) Care Lazisnu menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Yogyakarta, Jumat-Ahad, (15-17/2).

Rakornas yang dihadiri oleh NuCare-Lazisnu seluruh Indonesia tersebut mengambil tema penting yaitu 'Energy of Zakat: Berkhidmat Membangun Arus Baru Ekonomi Umat' dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Buya Said, sapaan akrabnya memberikan arahan untuk berlangsungnya Rakornas agar berlangsung khidmat dan lancar. Di dalam Alquran, tidak pernah menterminologikan harta sebagai sesuatu yang buruk.

“Alquran ketika menterminologikan harta dengan kata khoiron, tidak ada menggunakan kata syarron. Harta adalah sesuatu yang baik. Alquran sangat menghormati harta, yang jelek itu rakusnya, tamaknya, mencintai harta yang berlebihan,” ujar Kiai Said seperti dalam keterangan tertulisnya.

Buya Said juga mendorong seluruh penggerak NuCare-Lazisnu se-Indonesia untuk mempunyai semangat yang besar dalam mengelola dana-dana kemanusiaan termasuk zakat.

“Zakat adalah potensi yang luar biasa, zakat bisa menjadi modal besar. NuCare-Lazisnu selama tiga tahun terakhir sudah menerapkan standar manajemen internasional yaitu ISO 9001:2015. Ini bukti bahwa Lazisnu mengelola dana umat dengan baik dan dipercaya,” tegas Kiai Said.

Ketua NuCare-Lazisnu, H Achmad Sudrajat mengimbau seluruh penggerak NuCare-Lazisnu dapat bersatu padu untuk mengkoordinir kekuatan yang besar.

“Selemah apapun kita asalkan kita bersatu, maka kita akan menjadi kuat. Namun sekuat apapun kita kalau sendiri, maka tidak akan berarti,” jelas Ajat, sapaan akrabnya.

Ajat juga menyampaikan koordinasi dan kerja sama seluruh elemen Nahdlatul Ulama akan memudahkan NU bergerak cepat dan tepat menangani bencana kemanusiaan.

“Ketika bencana Lombok dan Sulteng seluruh lembaga diinstruksikan oleh Buya Said untuk bersatu padu atas nama NU Peduli, Banser turun, Pagar Nusa turun, Muslimat, Fatayat turun, LPBI turun. Dananya Lazisnu yang nanggung,” jelas Ajat lebih lanjut. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo