Sabtu, 30 Mei 2020
08 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Kombinasi Sukuk dan Wakaf Solusi Pembiayaan Infrastuktur Sosial
Pembiayaan pembangunan infrastruktur sosial tersebut akan lebih berkembang luas dengan melibatkan lembaga-lembaga keuangan sosial, khususnya pengelola wakaf (nazir) dan dana sosial Islam lainnya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk pembangunan infrastuktur sosial melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias Sukuk Negara.

Pembiayaan pembangunan infrastruktur sosial tersebut akan lebih berkembang luas dengan melibatkan lembaga-lembaga keuangan sosial, khususnya pengelola wakaf (nazir) dan dana sosial Islam lainnya.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaab dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman. Dalam Saresehan  Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Kemenkeu bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di kampus Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Luky mengajak masyarakat dan akademisi bersama pemerintah berpartisipasi membangun infrastruktur sosial melalui investasi dalam sukuk negara.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti menjelaskan, pemerintah bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) menerbitkan Cash Sukuk Linked Sukuk (CWLS) senilai Rp50 milyar yang manfaat investasinya untuk membangun Retina Center di RS Ahmad Wardi, Serang, Banten, yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

"Melalui CWLS yang manfaatnya untuk retina center, masyarakat duafa akan mendapatkan layanan operasi katarak gratis", ungkap Dwi Irianti.

CCO Dompet Dhuafa Guntur, Subagja mengungkapkan, kombinasi pemerintah dengan nazir wakaf dan lembaga pengelola dana sosial Islam dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempersempit kesenjangan sosial.

Dompet Dhuafa (DD) fokus membangun sumber daya manusia unggul untuk memutus rantai kemiskinan. Di antaranya membangun rumah sakit untuk duafa, pendidikan berkualitas untuk duafa, pemberdayaan ekonomi, sarana publik, dan infrastruktur sosial lainnya.

"Kini DD memiliki sembilan rumah sakit yang melayani duafa secara gratis, selain memiliki sekolah gratis dan beasiswa," ungkap Guntur Subagja.

Dengan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah, Guntur meyakini peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin cepat. "Tugas kita bersama memutus rantai kemiskinan. Apa yang DD lakukan harus berdampak luas bagi masyarakat," tambahnya.

Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, M Irfan Sukarna, memaparkan, potensi sukuk dan wakaf sangat besar dan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia mendukung program Kemenkeu dan lembaga-lembaga sosial untuk membangun infrastruktur sosial yg memberikan dampak luas. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo