Selasa, 7 Juli 2020
17 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Lebih Mudah Atur Protokol Kesehataan di Masjid, JK: Di Masjid Paling Setegah Jam, Di Mal Berjam-Jam
Foto dok. Instagram Jusuf Kalla
Di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19), masjid dinilai lebih mudah diatur protokol kesehatannya dibandingkan dengan tempat umum yang lain, seperti pasar dan mal.

Sharianews.com, Jakarta - Di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19), masjid dinilai lebih mudah diatur protokol kesehatannya dibandingkan dengan tempat umum yang lain, seperti pasar dan mal.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, orang berada di masjid itu hanya membutuhkan waktu 30 menit.

“Di masjid, ya paling setengah jam, selesai. Jadi lebih mudah dibandingkan di pasar, di mal bisa berjam-jam, di kantor bisa lama,” jelas pria yang sudah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia ini, dalam instagram pribadinya, Selasa (2/6).

Lebih lanjut, JK menyampaikan sehubungan dengan kemungkinan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah seperti di Jakarta, artinya wilayah itu sudah mulai aman dan berkurang korban Covid-19.

Sehubungan dengan itu, JK berpadangangan, kantor, pasar, mal di buka kembali, maka tempat ibadah juga sesuai aturan Kementerian Agama juga bisa dibuka kembali dengan beberapa ketentuan.

“Karena itulah maka DMI membuat edaran untuk persiapan membuka masjid itu, dengan apabila keadaan sudah lebih baik lagi. Karena ini sudah hampir tiga bulan ini masjid ditutup dan ini dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat,” ujar JK.

JK mengingatkan, apabila nanti suatu daerah sudah cukup dinyatakan bersih, masjid silakan dibuka dengan syarat protokol keshatan yang ketat. Misalnya, cuci tangan, membawa sajadah sendiri, kemudian jaga saf berjarak paling sedikit satu meter.

Rep. Aldiansyah Nurrahman