Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Luncurkan Digital Branch, Mandiri Syariah Fokus pada Layanan Nasabah
FOTO I Dok. Sharianews
Layanan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan bank kepada nasabahnya.

Sharianews.com, Makassar ~ PT. Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan digital branch yaitu di Graha Mandiri Syariah Makassar Jl. DR. Ratulangi No. 79 Makassar, Selasa (5/2).

Perkembangan teknologi informasi menimbulkan evolusi yang mengarah kepada layanan perbankan digital (digital banking). Layanan ini bertujuan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan bank kepada nasabahnya. Untuk itu, bank perlu mengembangkan strategi bisnis yang mengarah pada layanan perbankan digital.

Digital branch sendiri merupakan layanan atau kegiatan perbankan dengan menggunakan sarana elektronik atau digital milik bank yang dilakukan secara mandiri.

Hal ini memungkinkan bagi nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan, dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi lain dan transaksi di luar produk perbankan, antara lain nasihat keuangan (financial advisory), investasi, transaksi sistem perdagangan berbasis elektronik (e-commerce), dan kebutuhan lainnya dari nasabah bank.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari menyampaikan, sesuai visinya, Mandiri Syariah ingin menjadi bank syariah terdepan dan modern. Karena itu, Mandiri Syariah melakukan transformasi digital termasuk di kantor cabang.

“Digital Branch merupakan bentuk apresiasi Mandiri Syariah kepada Stakeholders khususnya nasabah yang telah berkontribusi dan bersinergi dengan Mandiri Syariah selama ini,” jelas Toni.

Digital Branch dilakukan melalui modernisasi banking hall dengan tampilan bangunan yang modern dan clean. Fokus utamanya pada bisnis proses yang berbasis teknologi melalui digitalisasi form. “Kami mengusung spirit go green dan mulai menerapkan paperless dalam layanan,” jelas Dia.

Direktur IT, Operation, dan Digital Mandiri, Syariah Achmad Syafii menambahkan, digital branch Makassar adalah outlet digital branch ketiga setelah dua outlet lainnya di Jakarta.

“Digital Branch Makassar merupakan persembahan bagi nasabah Mandiri Syariah Makassar dan sekitarnya. Dengan proses yang serba digital, layanan di digital branch akan lebih mudah, cepat, murah dan aman. Insyaallah, nasabah hanya akan membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk setiap transaksinya,” katanya.

Dibangun dengan prinsip customer centricity, Digital Branch menghadirkan ambience ruangan yang nyaman dan modern serta proses layanan yang simple. Simple tidak hanya pada layanan customer service (CS) dan teller seperti biasanya, tetapi juga kemudahan layanan pembelian rumah, kendaraan maupun kebutuhan lainnya seperti umrah dan layanan lainnya.

“Dengan proses layanan yang customer centric, nasabah yang datang ke Digital Branch, tidak lagi mendatangi meja CS, tapi bisa bebas memilih tempat duduk dan justru CS yang akan menghampiri nasabah,” jelas Kemas.

Melalui tablet yang tersedia, nasabah dapat memilih aplikasi transaksi yang dibutuhkan, melakukan pengisian form digital dan bertransaksi sambil menikmati compliment berupa penyediaan makanan dan minuman.

Selain sebagai area self service machine, digital branch juga akan berfungsi sebagai ruang exhibition untuk menampilkan produk-produk promo, seperti mobil, rumah, paket umroh, dll. Untuk itu Mandiri Syariah membuka diri bekerja sama dengan developer, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), biro travel, dll.

Sementara itu Region Head Mandiri Syariah Makassar, Kemas Erwan Husainy menjelaskan, Mandiri Syariah Region Makassar mempunyai 52 outlet dengan wilayah meliputi Area Makassar, Area Palu dan Area Jayapura.

Hingga Desember 2019, asset Mandiri Syariah Makassar mecapai Rp5,36 triliun dengan total nasabah berjumlah 554 ribu nasabah.

“Semoga semua upaya menjadikan Mandiri Syariah sebagai bank modern yang berbasis layanan teknologi ini, semakin memudahkan nasabah dan berkontribusi pada peningkatan market share perbankan syariah di Indonesia." tutup Kemas. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo