Rabu, 5 Agustus 2020
16 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / For Beginners / Manfaat Wakaf Uang Bagi BMT
Dalam wakaf uang terdapat dua manfaat yang dirasakan BMT.

Sharianews.com, Jakarta - Secara umum, pengembangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sejak awal konsepsinya memiliki dua fungsi, yakni sosial dan komersial. Dalam peranan sosialnya, salah satu yang ditangani BMT adalah wakaf uang.

Kepala Divisi Dana Sosial Keagamaan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Urip Budiarto  menjelaskan dalam wakaf uang terdapat dua manfaat yang dirasakan BMT.

Pertama, secara stabilitas. Selain Dana Pihak Ketiga (DPK) simpanan nasabah, bisa jadi sekarang ada “Dana Pihak Keempat” dalam bentuk wakaf.

Dana pihak keempat ini, ketika masuk ke BMT, maka dia bisa menjadi semacam sumber pendanaan yang memuat kestabailan likuiditas di BMT menjadi lebih baik, karena relatif bila dana wakaf masuk, tidak akan ada permintaan untuk penarikan kembali.

“Bagiamanapun, wakaf itu bersifat abadi dan bertempat di BMT. Maka kemudian di BMT memiliki stabitilias kebijakan modal atau likuiditas yang lebih baik. Dananya tidak akan ditarik oleh wakif,” jelasnya, kepada Sharianews.com.

Kedua, secara penyaluran. Dari wakaf ini yang dibutuhkan itu adalah kebermanfaatannya. Jadi, dalam konteks pembiayaan ke masyarakat, dimungkinkan margin atau skema bagi hasil yang dibebankan kepada penerima pembiayaan itu, jadi lebih ringan dibanding kalau dia memakai DPK.

Misalnya, DPK itu dengan deposito perlu mempertimbangkan hasil deposito setara enam persen. maka untuk pembiayaan ke masyarkat tentu akan mempertimbangakan aspek biaya dana.

Dalam pelaksananya, diakui Urip, manfaat yang kedua ini memunculkan perdebatan. Apakah bila bersumber dari dana wakaf harus diperlakukan sebagai dana murah sekali, karena wakaf perlu mengalokasikan kebermanfaatan dan kebermanfaatan itu seperti apa.

Lebih rinci, ia menerangkan alokasi wakaf ini bisa untuk dua hal, yakni pokoknya yang dimanfaatkan langsung jadi masjid misalnya atau pokoknya digunakan keuangan mikro, tapi harus menghasilkan sejumlah hasil tertentu, hasilnya itu untuk akad yang diinginkan.

Contohnya, ada anggota yang ingin dana wakaf uang ini ditempatkan di BMT, seolah-olah seperti deposito. BMT itu harus memberikan bagi hasil atas dana yang ditempatkan itu sesuai dengan nilai pasar yang ada. Kemudian, yang membedakannya itu tidak perlu ditransfer ke wakifnya, tapi ditransfer misalnya, ke yayasan yatim piatu atau operasional masjid. Jadi, itu seperti dana abadi yang ditempatkan, tetapi bagi hasilnya dialokasikan.

Sehingga kemudian perlu diperlakukan sama seperti DPK yang memiliki struktur cost of fund. Namun bedanya, dana biasanya diserahkan kepada nasabah, sementara wakaf uang ini diserahkan ke lembaga sosial untuk program sosial.

Rep. Aldiansyah Nurrahman