Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. gomuslim.com
Bahkan di awal tahun sempat ada gembar-gembor market share perbankan syariah naik menjadi enam persen, tetapi ternyata Bank Aceh stagnan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pangsa pasar (market share) keuangan syariah masih kecil dibandingkan perbankan konvensional, tercatat sampai November 2018 berada diangka 5,74 persen.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Syariah, Muhammad Gunawan Yasni. Padahal, ia mengungkapkan akhir Desember 2017, jika membaca snapshot Otoritas Jasa Keuangan dengan konversi Bank Aceh menjadi syariah itu sudah 5,78 persen.

Bahkan di awal tahun sempat ada gembar-gembor market share perbankan syariah naik menjadi enam persen, tetapi ternyata Bank Aceh stagnan.

“Bank Aceh tidak bisa melempar segera produk-produk syariahnya, karena dia sibuk bagaimana mentransformasikan dari pada kredit multigunanya dia yang selama ini dipakai untuk karyawan, agar menggunakan akad syariah,” jelasnya, saat acara olah akal civitas akademika kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia, Monday Forum, di Bogor, Senin (19/2).

Lebih lanjut, pengajar dan Pengurus Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) ini juga menyampaikan sempat ada usulan untuk menangani persoalan itu, menggunakan bai istijrar, tetapi tidak direkomendasikan oleh DSN-MUI.

“Itu yang akhirnya membuat mereka berjalan di tempat, sehingga di November 2018 (market share) turun lagi menjadi 5,74 persen. Padahal sudah mulai lagi konversi Bank NTB di masa itu,” ujar Yasni.

Bisa dikatakan, menurutnya perbankan syariah ini berlomba dengan perbankan konvensional. Meskipun tingkat pertumbuhan perbankan syariah jika dihitung tahun, annual growth rate-nya dari perbankan syariah itu bisa di atas 25 persen rata-rata, itu tidak cukup.

“Ternyata itu tidak mencukupi untuk menggerus market share secara terus menerus dari total perbankan. Makanya masih segitu-segitu saja (market share),” terang Yasni. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo