Jumat, 25 Juni 2021
16 Thu al-Qa‘dah 1442 H
Home / Lifestyle / Masjid Istiqlal Tidak Menyelelanggarakan Salat Idulfitri 1442 H
Foto dok. Kemenag
Sudah melakukan simulasi dan koordinasi dengan Dewan Pengarah BPMI

Sharianews.com, Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) Nasaruddin Umar mengatakan Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Idulfitri 1442 H secara kenegaraan dan juga tidak dibuka untuk masyarakat umum.

"Sesuai dengan keputusan dalam rapat, Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Idulfitri di tahun ini," ujarnya, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (11/05).

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil simulasi serta koordinasi antara Nasaruddin Umar dengan Dewan Pengarah BPMI, yang anggotanya meliputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhajir Effendy, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Miftachul Akhyar.

Selain itu, Nasaruddin menyampaikan, juga sudah melakukan simulasi dan koordinasi dengan Dewan Pengarah BPMI, maka keputusan ini diambil guna menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari penyebaran Covid-19..

"Mengingat Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara, 10 persennya dari kapasitas masjid bukan jumlah yang sedikit. Jika ada ribuan jamaah yang datang, nanti mereka pasti akan melewati tangga atau jalur yang sama, dan hal itu dikhawatirkan akan menjadi sebab terjadinya penyebaran virus Covid-19," terang dia.

Oleh karenanya, ia juga menghaturkan maaf kepada para jamaah dan berdoa semoga kedepannya Masjid Istiqlal bisa kembali melaksanakan salat berjemaah dengan aman dan nyaman.

Nasaruddin juga mengucapkan terima kasih kepada para jemaah yang sudah selalu beribadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal. "Terima kasih kepada masyarakat semua yang senantiasa mematuhi protokol kesehatan di Masjid Istiqlal, karena sejak diselenggarakannya ibadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal, tidak ada isu adanya cluster baru," pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman