Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Masyarakat Perlu Antisipasi Ancaman Penyakit Kritis
Secara global, World Health Organization (WHO) mengategorikan permasalahan kesehatan hingga mencapai 68 ribu jenis.

Sharianews.com, Jakarta ~ Permasalahan kesehatan dewasa ini makin nyata dan sangat mengancam,  sehingga masyarakat harus selalu siap dan waspada. Secara global, World Health Organization (WHO) mengategorikan permasalahan kesehatan hingga mencapai 68 ribu jenis.

Seorang internis dan yang mendalami epidemiologi klinis, dr. Laurentius Aswin Pramono, Sp.PD, M. Epid menyampaikan, masalah kesehatan kini makin kompleks dengan penyakit kritis yang kian berkembang. Penyakit kritis dapat menyerang siapa saja. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada.

Baca juga: Prudential Hadirkan PRUTop Syariah, Ini Keunggulannya

Berbagai permasalahan kesehatan dapat terus bertambah akibat banyak faktor, seperti gaya hidup, globalisasi hingga perubahan iklim.

“Masyarakat perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan lebih menyadari ‘mahalnya’ kesehatan. Penyakit kritis dapat berimplikasi pada aspek psikologis, sosial hingga finansial yang dapat menggoyahkan stabilitas ekonomi dan masa depan keluarga,” seru Aswin, di Jakarta, belum lama ini.

Aswin menambahkan, penyakit kritis tidak hanya menimbulkan beban keuangan berupa biaya rumah sakit, tetapi juga biaya hidup. Sebagai contoh, suatu penelitian menyebutkan, 83 persen pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis dari berbagai pusat kesehatan di Indonesia mengalami dampak katastropik terhadap keuangan rumah tangga akibat penyakitnya.

Dalam rentang waktu enam bulan setelah didiagnosis, 86 persen kehilangan pendapatan, 32 persen harus meminjam uang dan 18 persen dari mereka mengakui menjual properti untuk menutupi pengeluaran.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Indonesia tak lepas dari bahaya kesehatan dan diminta harus terus siaga terhadap kemunculan penyakit-penyakit baru. Para ahli memperkirakan lima penyakit baru pada manusia muncul tiap tahun, tiga diantaranya bersumber dari binatang. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo