Minggu, 29 Maret 2020
05 Sha‘ban 1441 H
Home / Ekbis / Meksi Sebut Enam Sektor Industri Halal Ini, Potensial untuk Bank Syariah
FOTO I Dok. asiatrade.com
Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang telah mencanangkan beragam program strategis melalui Masterplan Ekonomi Syariah (Meksi) 2019-2024.

Sharianews.com, Meningkatnya industri halal di tanah air, menjadi potensi tersendiri bagi bank syariah untuk meningkatkan dukungannya dalam berbagai sektor. Peran bank syariah menjadi lebih maksimal dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang telah mencanangkan beragam program strategis melalui Masterplan Ekonomi Syariah (Meksi) 2019-2024.

Secara umum, dukungan utama yang bisa diberikan perbankan syariah adalah pembiayaan. Berikut ini ragam sektor industri halal yang disebut Meksi, memiliki potensi besar untuk mendapatkan dukungan dari industri keuangan, khususnya perbankan syariah.

Makanan dan Minuman Halal

Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa yang mayoritas beragama Islam, menjadi peluang besar bagi industri makanan dan minuman halal. Jumlah yang begitu besar, memiliki potensi tersendiri bagi perbankan syariah, untuk menyalurkan pembiayaannya ke sektor makanan dan minuman halal. Potensi ini diikuti kesadaran umat Muslim di Indonesia yang sangat memerhatikan sumber bahan pangan halal untuk dikonsumsi.

Bank syariah bisa memberikan dukungan melalui peningkatkan pembiayaan khusus bagi sektor pertanian. Selain sektor pertanian, perbankan syariah juga bisa membidik sektor pengolahan makanan dan minuman untuk meningkatkan pembiayaan. Sektor industri turunannya seperti kemasan makanan dan minuman, juga berpotensi besar bagi bank syariah untuk diberikan dukungan pembiayaan.

Pariwisata Halal

Industri pariwisata di Indonesia tengah berkembang pesat. Meningkatnya jumlah penduduk muda (bonus demografi) yang didominasi umat Muslim, diikuti peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, membuat industri pariwisata halal meningkat pesat.

Meningkatkan pembiayaan khusus bagi industri pariwisata halal, seperti bisnis hotel, bisnis restoran halal, transportasi, tour and travel, tour guide, dan lain-lain menjadi potensi besar bagi bank syariah. Peningkatan ini meliputi pembiayaan bagi UMKM (penyedia jasa makanan dan minumam, kerajinan-kerajinan, spa halal) yang terletak di sekitar objek wisata.

Selain itu, pariwisata halal juga menjadi tren dan daya tarik berbagai negara di dunia. Meski bukan mayoritas Muslim, sejumlah negara di Eropa, juga tengah mengembangkan pariwisata halal. Pariwisata halal bisa disebut genre turisme yang ramah Muslim. Contoh destinasi ramah Muslim yang tengah dibidik saat ini adalah al-Hambra di Granada. Destinasi ini memiliki nilai-nilai dan peninggalan sejarah dinasti Islam yang sangat kuat.

Di sisi lain, pariwisata halal juga bisa diartikan pelayanan yang ramah Muslim, seperti hotel yang menyediakan perangkat alat salat, arah kiblat, Alquran, dan tentu saja makanan halal.

Indonesia sendiri juga sudah mengembangkan pariwisata semacam ini. Misalnya kawasan wisata halal di negeri di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fesyen Muslim

Gaya hidup halal juga mendapat perhatian khusus dalam Meksi untuk dikembangkan. Gaya hidup halal ini bisa ditengarai dengan meningkatnya jumlah muslimah yang menggunakan hijab dalam keseharian. Hal inilah yang membuat potensi fesyen Muslim berkembang pesat. 

Indonesia kini menjadi acuan perkembangan hal tersebut. Sejumlah perancang busana Muslim seperti Dian Pelangi, Jenahara Nasution, dan lain-lain, lahir dan tumbuh di negeri ini. Komunitas hijab juga bermunculan sebagai perkumpulan yang memperhatikan dan mengonsumsi berbagai busana Muslim terbaru.

Sebagai industri yang tengah berkembang dan menjadi perhatian dunia, industri fesyen Muslim banyak diuntungkan dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang terus bertambah setiap tahunnya di Indonesia. Pertumbuhan masyarakat kelas menengah akan selaras dengan kemampuan daya beli produk fesyen Muslim.

Potensi ini menurut Meksi sangat layak untuk mendapatkan dukungan dari industri keuangan syariah, khususnya perbankan. Salah satunya dengan meningkatkan pembiayaan bagi pengembangan industri fesyen Muslim, yang terkait dengan perusahaan pengadaan bahan baku, desainer, distributor, retailer, dan penerbitan.

Media dan Rekreasi Halal

Salah satu sektor yang diunggulkan menurut Meksi adalah media dan rekreasi halal. Sektor ini layak mendapatkan pembiayaan dari perbankan syariah untuk mengembangkan industri media dan rekreasi halal di antaranya: rumah produksi film, TV dan radio, penerbitan, provider aplikasi dan games, serta industri music, dan seni.

Industri Farmasi dan Kosmetik Halal

Sektor kelima yang disebut dalam Meksi sangat layak mendapatkan dukungan dari industri perbankan syariah adalah sektor industri farmasi dan kosmetik halal. Bank syariah memiliki peluang besar untuk meningkatkan pembiayaan bagi pengembangan industri farmasi dan kosmetik halal, khususnya yang menyangkut perusahaan penyedia bahan baku, manufaktur, distributor, manufaktur, jasa pengemasan, distributor, dan retailer.

Energi Terbarukan

Sektor terakhir yang digadang-gadang dalam Meksi adalah sektor energi terbarukan. Bank syariah bisa meningkatkan penyaluran pembiayaan untuk industri energi terbarukan. (*)

Achi Hartoyo