Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Fiscus Wannabe
“Start invest as soon as possible (memulai investasi sesegera mungkin), tidak akan keliru,” ujar Steven Satya Yudha, Head of Sales and Marketing PT Ashmore Assets Management

Sharianews.com, Jakarta ~ Menikmati masa tua dengan nyaman dan memiliki perencanaan keuangan yang tercapai, menjadi impian semua orang. Pada dasarnya, setiap orang bisa mencapai tujuan keuangan dengan baik pada masa pensiun, apabila mereka mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Start invest as soon as possible (memulai investasi sesegera mungkin), tidak akan keliru,” ujar Steven Satya Yudha, Head of Sales and Marketing PT Ashmore Assets Management Indonesia kepada awak media, Selasa (12/02)

Menurut Steven, Indonesia akan menghadapi tantangan era kompetisi sekitar 10 hingga 20 tahun ke depan. Pada era tersebut, akan ada banyak hal baru yang belum pernah dialami 20-30 tahun sebelumnya, meskipun belum bisa diketahui secara pasti.

Hal yang paling bijak yang perlu dilakukan menurut Steven adalah spent responsible (bertanggung jawab terhadap pengeluaran pribadi). Pola pikir masyarakat Indonesia harus diubah dan mau mencontoh negara maju dalam mengelola keuangan.

“Sebenarnya ketika kita sudah mampu mengatur investasi lebih dulu maka porsi kita akan lebih tertahan, jadi di situlah kita sudah mulai bisa bertanggung jawab dalam hal spent. Nggak begitu rumit, sederhananya adalah sisihkan terlebih dahulu untuk investasi,” ujar Steven.

Alasan kedua adalah terkadang seorang anak selain harus membuat perencanaan masa tua untuk dirinya sendiri, mereka juga harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan orangtua mereka (double responsible).

Ini yang menjadi alasan bahwa mereka harus memulai investasi sedini mungkin, serta harus mempersiapkan dengan rentang waktu yang cukup panjang.

Steven Suryana, Head of  Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia menambahkan, pada dasarnya dalam pensiun memiliki dua stage atau tingkatan. Pertama adalah sewaktu masih aktif (masih bisa bekerja) dan kedua waktu disclaiming (masa di mana seseorang membutuhkan pertolongan orang lain, akibat kesehatan menurun atau hal lain yang mengakibatkan peningkatan biaya yang dibutuhkan.

Manusia tidak selamanya berada di level stage active, langkah yang paling tepat adalah mempersiapkan sedini mungkin.

“Tapi biasanya ada persepsi kalau orang baru kerja (usia milenial) gajinya masih kecil gitu ya, nanti aja deh, produk-produknya mahal semua. Nggak juga, sekarang produk itu banyak didesain untuk pekerja usia dini,” ujar Steven

Bahkan dengan investasi Rp100 - Rp200 ribu sudah bisa dilakukan atau sekitar 10 persen dari penghasilan dapat di investasikan. Kemudian tidak cukup hanya dengan menginvestasikan, tetapi juga harus ada review.

“Misalnya kita udah punya rencana selama dua tahun, dan ketika dua tahun kita review apakah sudah sesuai dengan perencanaan keuangan yang udah kita buat sudah. Jadi nanti bisa review secara regular. Yang terpenting adalah start early (memulai sedari dini),” pungkas Steven. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo