Selasa, 7 Juli 2020
17 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Nilai-Nilai Syariah Berdampak Positif di Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19
Foto dok. Mukisi
Penerapan nilai-nilai syariah yang diterapkan dalam rumah sakit mampu memberikan dampak yang positif ditengah pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang ini.

Sharianews.com, Penerapan nilai-nilai syariah yang diterapkan dalam rumah sakit mampu memberikan dampak yang positif ditengah pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang ini.

Sekretaris Jenderal Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) Burhanuddin Hamid mengatakan secara umum kondisi rumah sakit anggota MUKISI pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan rumah sakit lain.

Meski begitu, pria yang disapa Burhan ini mengungkapkan, telah melakukan survei kepada rumah sakit anggota MUKISI, bahwa penerapan nilai-nilai syariah dalam rumah sakit mempunyai dampak postif pada masa Covid-19 ini.

“85 persen menyatakan ada positifnya (penerapan nilai syariah) dan mereka menyampaikan dampaknya itu yang paling terasa adalah dalam suasana kerja,” jelasnya menegaskan

Penerapan nilai syariah berpengaruh postif mempengaruhi ketahanan, ketenangan dan kesabaran sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit. Dampak positif itu bersumber dari penerapan salah satu standar yang diterapkan rumah sakit syariah yakni adanya pembinaan rutin ke semua staf rumah sakit syariah.

“Dengan adanya hal-hal seperti penguatan pada aspek spiritualitas menjadi modal penting menghadapi masa sulit seperti sekarang ini,” imbuh dia, dalam acara yang diselenggarakan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan MUKISI ini.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rumah sakit anggota MUKISI umumnya mengalami penurunan pasien, dari segi rawat jalan maupun rawat inap.

Berdasarkan survei MUKISI kepada anggotanya, rawat jalan turun kisaran 30-80 persen atau rata-ratanya sekitar 50 persen mengalami penurunan. Penurunan disebabkan lantaran masyarakat takut datang ke rumah sakit, khawatir tertular penyakit. Rawat jalan ini termasuk di dalamnya adalah poliklinik dan pelayanan kedaruratan. 

Kemudian bila rawat jalan menurun, otomatis rawat inap pun ikut menurun. Penurunannya sekitar 25-70 persen atau rata-rata sekitar 40 persen. 

Rep. Aldiansyah Nurrahman