Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / OJK Cabut Sanksi PT Amanah Finance
FOTO I Dok. facebook amanah finance
Pencabutan sanksi diberikan karena PT Amanah Finance telah menyampaikan rencana pemenuhan yang disetujui OJK.

Sharianews, Jakarta ~ Otoritas Jasa Keuangan mencabut sanksi pembekuan kegiatan usaha PT Amanah Finance. Keputusan tersebut tertuang melalui surat nomor S-84/NB.2/2020 pada tanggal 20 Februari 2020.

Sebelumnya, OJK membekukan kegiatan usaha PT Amanah Finance karena tidak memenuhi sejumlah ketentuan di bidang Perusahaan Pembiayaan. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Nomor S-668/NB.2/2018 tanggal 30 Oktober 2018.

Pencabutan sanksi diberikan karena PT Amanah Finance telah menyampaikan rencana pemenuhan yang disetujui OJK, sesuai ketentuan Pasal 25 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah.

“Pencabutan sanksi karena telah memenuhi ketentuan Pasal 25 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Aturan itu menyatakan perusahaan syariah wajib setiap waktu mempertahankan rasio aset produktif bermasalah setelah dikurangi cadangan penyisihan aset produktif paling tinggi sebesar 5 persen dari total aset produktif,” ujar Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Moch. Ihsanuddin dalam keterangan tertulis pada Selasa (17/3).

Selain itu, perusahaan perusahaan pembiayaan syariah itu telah memenuhi ketentuan dalam Pasal 31 ayat (1) huruf a Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Belied tersebut mengatur ekuitas pembiayaan syariah minimal Rp100 milyar.

PT Amanah Finance juga telah memenuhi aturan dalam pasal 32 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah. Belied tersebut mengatur bahwa perusahaan pembiayaan syariah wajib memiliki rasio ekuitas terhadap modal disetor paling rendah 50 persen.

Dengan dicabutnya sanksi tersebut, PT Amanah Finance dapat melakukan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan dengan tetap mengacu kepada ketentuan dalam peraturan perundangan yang berlaku.

“Dengan dicabutnya sanksi pembekuan kegiatan usaha dimaksud, PT Amanah Finance diperbolehkan melakukan kegiatan usaha,” tutup Ihsanuddin. (*)

 

Achi Hartoyo