Senin, 22 April 2019
17 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. samaa.tv
Menurut Fadilah, apabila di atas tanah tersebut dibuat bangunan produktif, tentu akan menghasilkan pendapatan yang dapat dikembalikan kepada penerima manfaat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Fadilah Kartikasasi menuturkan, sukuk wakaf merupakan pengembangan produk yang belum lama ini dilakukan oleh OJK.

"Masih on progress, karena sukuk wakaf ini termasuk di dalam suatu pengembangan yang baru kita lakukan, tepatnya di bulan Desember lalu" papar Fadilah dalam acara Bincang Sore saatnya hijrah ke saham syariah, IDX, Senin (18/3).

Fadilah mengungkapkan, sukuk wakaf tersebut sebetulnya diterbitkan dengan underlying asset berupa aset wakaf.

Jika aset wakaf hanya berupa tanah, pemanfaatan hasilnya tidak maksimal. Misalnya hanya menjadi lahan parkir.

Menurut Fadilah, apabila di atas tanah tersebut dibuat bangunan produktif, tentu akan menghasilkan pendapatan yang dapat dikembalikan kepada penerima manfaat.

"Misalnya dibangun rumah sakit, nanti akan menghasilkan pendapatan yang tentu pendapatannya akan dikembalikan kepada penerima manfaat dari wakaf tersebut dan tentu hasilnya lebih besar, kita mencoba mengembangkan produk itu dan alhamdulillah sudah banyak peminatnya," ujar Fadilah.

Saat ini, pemerintah tengah bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam pengumpulan dana masyarakat yang diwakafkan.

Sementara itu, dari sisi komposisi total investor saham, investor syariah tercatat 5,2 persen di mana 56 persennya merupakan investor syariah aktif. Pertumbuhan investor saham syariah sendiri lebih tinggi dibandingkan total investor saham.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo