Senin, 30 November 2020
15 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Ekbis / Pagelaran ISEF 2020, Fesyen Muslim Salah Satu Prioritas
Foto dok. Pexels
Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia

Sharianews.com, Jakarta - Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan kegiatan tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang diselenggarakan ketujuh kalinya pada tahun ini.

Penyelenggaraan ISEF merupakan wujud nyata konsistensi upaya Bank Indonesia (BI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan seluruh kementerian/instansi/lembaga/asosiasi terkait dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) nasional.

Di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, penyelenggaraan rangkaian ISEF 2020 diharapkan dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi pelaku usaha, khususnya pelaku usaha syariah.

Rangkaian kegiatan ISEF 2020 dimulai dengan kick off ISEF pada 7 Agustus 2020 lalu sampai dengan puncaknya nanti pada tanggal 27-31 Oktober 2020. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, ISEF ke-7 ini pertama kalinya hadir dengan konsep virtual platform.

Mengangkat tema “Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth through Promoting Halal Industries for Global Prosperity”, ISEF 2020 akan menjadi kegiatan ekonomi syariah internasional secara virtual pertama yang mengintegrasikan seluruh komponen penggerak EKSyar.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Prijono mengatakan debagai bentuk inklusivitas strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, ISEF 2020 kembali menyertakan pelaku usaha syariah untuk mendukung pengembangan ekosistem halal value chain di mana fesyen muslim merupakan salah satu sektor prioritas di dalamnya.

“Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia, untuk itu kami mengharapkan kita dapat bersama-sama berpartisipasi aktif dalam memajukan dan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia khususnya di sektor fesyen,” ungkapnya, Jumat (23/10).

Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Diana Yumanita mengatakan sebagai wujud konsistensi Indonesia dalam upaya menjadi kiblat EKSyar dunia, ISEF tahun ini di tengah situasi pandemi global, optimis tetap diselenggarakan secara virtual.

“Kami berharap keberlangsungan ISEF di tengah pandemi dapat mengintegrasikan kolaborasi dan komunikasi antara pelaku ekonomi syariah secara inklusif dan berkelanjutan selain serta memberikan optimisme bagi para pelaku usaha dan masyarakat,” papar Diana.

Indonesia ditargetkan sebagai pusat industri halal global melalui produk fesyen muslim Indonesia yang merupakan komoditi potensial untuk pasar internasional. Untuk memasarkan busana muslim Indonesia ke skala global, BI, Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) bersinergi dalam penyelenggaraan debut Modest Fashion ISEF sebagai rangkaian acara ISEF ke-6 tahun 2019.

Rep. Aldiansyah Nurrahman