Rabu, 3 Juni 2020
12 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Pembiayaan Umrah Turun, BPRS akan Kejar di Semester Kedua
FOTO I Dok. pexels
Sejumlah BPRS yang memiliki produk pembiayaan umrah, terpaksa menunda keberangkatan perjalanan umrah nasabahnya ke tanah suci.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah Arab Saudi sejak akhir Februari lalu sudah menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah dari 22 negara, termasuk Indonesia. Moratorium ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di negara tersebut.

Hal ini rupanya memberikan dampak terhadap industri keuangan, termasuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Sejumlah BPRS yang memiliki produk pembiayaan umrah, terpaksa menunda keberangkatan perjalanan umrah nasabahnya ke tanah suci.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kompartemen BPRS Asosisasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko mengatakan, bagi nasabah yang belum berangkat umrah, perjalanannya akan ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Akibatnya, penundaan tersebut berpengaruh terhadap pembiayaan umrah BPRS. Sementara bagi nasabah yang sudah berangkat tidak ada masalah, hanya tinggal menjaga pembayarannya.

“Tapi yang memang belum berangkat ini jadi masalah. Isitilahnya dalam rencana kami jadi tertunda. Mudah-mudahan ini bisa segera pulih, paling tidak di semester kedua bisa kami kejar. Penundaan keberangkatan mengganggu,” jelasnya kepada Sharianews.com, beberapa waktu lalu.

Pendaftaran umrah di BPRS sementara ini masih ditutup. Untuk sementara waktu, biro travel dan BPRS harus menahan diri untuk membuka pendaftaran umrah. Hal ini disebabkan belum adanya kepastian sampai kapan wabah corona akan berakhir. Jika pendaftaran terus dibuka, dikhawatirkan akan menjadi beban karena pemberangkatannya masih belum pasti.

Meski demikian, dampak penundaan umrah ini tidak berpengaruh besar terhadap bisnis BPRS. Hal ini disebabkan porsi pembiayaan umrah di BPRS realtif masih kecil.

Sebagai informasi, Arab Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara teluk tersebut.

Negeri minyak ini berupaya memerangi penyebaran virus corona dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo