Minggu, 27 September 2020
10 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / Pemegang Saham Setujui Penambahan Modal Bank Muamalat Lewat Skema Rights Issue
FOTO | Dok. liputan6.com
Konsorsium yang dipimpin oleh Ilham Habibie menjadi pihak yang mengeksekusi penawaran melalui skema rights issue.

Sharianews.com, Jakarta. Pemegang saham PT Bank Muamalat Tbk, telah menyetujui penambahan modal melalui skema penawaran umum terbatas atau rights issue. Persetujuan tersebut diberikan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Kamis (11/10) kemarin.

Dengan persetujuan tersebut, nantinya konsorsium yang dipimpin oleh Ilham Habibie akan menjadi pihak yang mengeksekusi penawaran melalui skema rights issue. Jumlah saham yang diterbitkan 20 miliar saham dengan nilai Rp 100 per saham.

Sehingga, jumlah dana segar yang terkumpul dari aksi korporasi tersebut sebesar Rp 2 triliun, dan dengan rights issue, maka efek dilusinya cukup besar, yakni mencapai 66 persen.

Sementara, menanggapi permintaan OJK kepada pemegang saham, yang harus menyetorkan dana segar  sebesar Rp 4 triliun, manajemen Bank Muamalat menyerahkan hal tersebut kepada konsorsium pimpinan Ilham Habibie.

Terkait dengan hal tersebut, sebagaimana dikutip dari laman berita kontan.co.id, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, pihaknya mempersilahkan Konsorsium Ilham Habibie memiliki mayoritas saham Bank Muamalat.

“Silahkan saja menjadi mayoritas, menurut kami anggota konsorsium ini orang kredibel,” kata Heru,  sebagaimana dikutip dari kontan.co.id di acara IMF World Bank, Nusa Dua, Bali Jumat (12/10).

Sebelumnya, OJK menyampaikan keinginannya agar calon investor pemegang saham menyuntikkan dana segar, bukan berupa aset swap atau pertukaran saham dengan surat utang. Dengan suntikan modal berupa uang tunai maka akan menambah kemampuan Bank Muamalat untuk ekspansi.

Seperti diketahui, Ilham Habibie mengajak beberapa pengusaha, termasuk pemilik Grup Medco Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Hong Kong untuk membentuk konsorsium untuk penyelamatan Bank Muamalat yang pada akhirnya disetujui oleh para pemegang saham. (*)

Ahmad Kholil