Jumat, 5 Juni 2020
14 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Penuhi Target APBN 2020, Pemerintah Lelang Sukuk Negara Rp7 Triliun
FOTO I Dok. pexels.com
Sebagian seri ini merupakan seri lama atau sebelumnya sudah pernah dilelang.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah akan kembali menarik utang dengan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara hari ini (25/2) dan setelmen akan dilakukan pada 27 Februari 2020.

Dari pelelangan tersebut, pemerintah menargetkan pencapaian indikatif sebesar Rp7 triliun. Lelang dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Sekadar informasi, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau dapat juga disebut Sukuk Negara adalah surat berharga (obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah. Semua investor, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang.

Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS). Sebagian seri ini merupakan seri lama atau sebelumnya sudah pernah dilelang.

“Terdapat empat seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan tiga PBS. SPNS tersebut adalah SPNS12082020. Sementara tiga PBS adalah PBS002, PBS026, dan PBS005 merupakan penerbitan kembali,” jelas DJPPR Kemenkeu.

Seri SPNS12082020 memiliki tingkat imbalan secara diskonto. Tanggal jatuh tempo pada 12 Agustus 2020. Waktu jatuh tempo bervariasi. PBS002 menawarkan tingkat imbalan 5,45 persen dengan jatuh tempo 12 Agustus 2022. Seri PBS026 jatuh tempo 15 Oktober 2024 dengan tingkat imbalan 6,625 persen. Berikutnya seri PBS005 akan ditawarkan dengan tingkat imbalan 6,75 persen dengan jatuh tempo 15 April 2043.

Underlying Asset-nya berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2020 dan Barang Milik Negara. Underlying asset untuk penerbitan seri SPNS menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.

Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Peserta lelang terdiri dari 17 bank dan empat perusahaan Efek. Untuk Bank, antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah

Sementara perusahaan Efek yang mengikuti lelang adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Securities.

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: