Rabu, 3 Juni 2020
12 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Perkembangan Perbankan Syariah di 2018 Relatif Biasa
FOTO I Dok. Nu.org
Berdasarkan data statistik perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan terakhir pada November 2018 menunjukan bahwa total aset bank syariah mencapai Rp 451,20 triliun.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perbankan syariah perkembangannya di 2018, terhitung sampai November 2018 mengalami pertumbuhan. Namun, perkembangan itu dinilai relatif dibandingkan dengan potensi yang ada.

Hal itu disampaikan analis sekaligus Direktur Center of Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) Irfan Syauqi Beik. Ia mengatakan sebenarnya perkembangan itu relatif biasa.

Memang jika melihat perkembangan bank syariah di 2018, dari sisi indikator-indikator umum menunjukan peningkatan, misalnya dari sisi Return on Asset (ROA) mengalami kenaikan.

Kemudian dari sisi capital Capital Adequacy Ratio (CAR) juga mengalami kenaikan sampai 21 persen untuk porsi November 2018. Lalu juga dari sisi Financing to deposit ratio (FDR) juga mengalami kenaikan. Kemudian dari Non Performing Financing (NPF) juga mengalami penurunan.

Total aset sampai akhir November 2018 naik dibandingkan Desember 2017, meskipun masih single digit, baru di sekitar 7 persen. Tetapi Irfan memperkirakan akan naik sampai menjadi 10 persen, sampai akhir Desember 2018.

“Jadi secara umum ada peningkatan dari sisi kinerja, walaupun tentu kita tidak boleh puas dengan peningkatan tersebut, karena sesungguhnya banyak potensi pengembangan yang menurut saya ini perlu dioptimalkan lebih lanjut,” jelas Irfan, saat dihubungi Sharianews.com, Minggu (27/1).

Untuk itu, Irfan menyampaikan di 2019 ini perlu perbankan syariah perlu didorong supaya lebih kuat dan lagi lebih masif, supaya kinerjanya mengalami peningkatan yang lebih besar dan lebih baik.

Diakuinya, memang ada beberapa bank syariah besar yang sudah bisa menurunkan NPF, dan aset-aset yang kurang berkualitas juga sudah mulai di restrukturisasi dengan baik

“Sehingga kita bisa melihat peningkatan kinerja walaupun belum optimal ya, ini kondisi di 2018,” ujar Irfan.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data statistik perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan terakhir pada November 2018 menunjukan bahwa total aset bank syariah mencapai Rp 451,20 triliun. Angka tersebut didapat dari Bank Umum Syariah (BUS) sebanyak Rp 304,98 triliun dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari Desember 2017, saat itu asetnya Rp424,18 triliun, dari BUS sebanyak Rp288.03 trilun dan dari UUS sebesar Rp136,15 triliun.

Total kantor, total ATM, dan total tenaga kerja BUS dan UUS pada November 2018 sebanyak 2.215 kantor, 2.950 ATM, dan 56.694 tenaga kerja.

Jumlah terssebut meningkat dari Desember 2017 dengan total kantor, total ATM, dan total tenaga kerja BUS dan UUS pada Desember 2017 adalah 2.169 kantor, 2.728 ATM, dan 55.746 tenga kerja. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo