Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / For Beginners / Prinsip Utama dalam Sistem Ekonomi Syariah
-
Tauhid, adil, kerja sama, serta keseimbangan, antara kepentingan dunia dan akhirat adalah beberapa nilai-nilai utama dalam sistem ekonomi Islam.

Tauhid, adil, kerja sama, serta keseimbangan, antara kepentingan dunia dan akhirat adalah beberapa nilai-nilai utama dalam sistem ekonomi Islam.

Sharianews.com, Jakarta. Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang saat ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat sebagai sistem ekonomi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi konvensional.  Nilai-nilai ajaran Islam menjadi salah satu yang membedakan antara ekonomi syariah dengan ekonomi lainnya.

“Meski agama Islam menjadi salah satu dasar dalam ekonomi Islam tapi sistemnya tidak hanya dikhususkan untuk orang yang beragama Islam saja, Ada beberapa prinsip dalam ekonomi syariah yang bisa berlaku universal, sehingga menjadi karakteristik dari ekonomi itu sendiri.”ujar Muhammad Nur Rianto Al Arif, Dosen Ekonomi Syariah, Fakultas Ekononi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta kepada sharianews.com, Senin (24/7). 

Arif  menyebutkan salah satu prinsip utama dalam sistem ekonomi syariah adalah Tauhid, yang artinya patuh kepada ajaran Tuhan, sehingga disamakan dengan sebuah bentuk pengabdian. 

“Ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi diyakini tidak akan merugikan pIhak manapun, malah memberi manfaat (maslahat) kepada setiap lapisan masyarakat, karena Islam mengajarkan nilai-nilai yang diyakini sebagai kebenaran yang bersifat universal,” lanjutnya.

Nilai-nilai utama dalam ekonomi Islam

Selain memberi manfaat, menurut Arif, adil juga merupakan salah satu prinsip ekonomi, yang artinya semua orang diberikan pelayanan dan perlakuan yang sama tanpa memandang status orang tersebut.

Tak hanya menjelaskan terkait prinsip dalam ekonomi syariah, Arif juga menjelaskan tentang nilai-nilai sistem ekonomi syariah di banding sistem ekonomi konvensional. Perbedaan itu melingkupi dasar kepemilikan.

“Seseorang yang memiliki sesuatu bukan berarti ‘sesuatu’ tersebut mutlak milik dia pribadi, melainkan hanya titipan Tuhan dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” jelasnya.

Nilai-nilai lainnya  yang membedakan dengan sistem ekonomi konvensional adalah dasar keseimbangan, dasar keadilan, dan kerja sama ekonomi.

Nilai dalam ekonomi syariah menekankan tentang keseimbangan di mana kepentingan pribadi dengan umum, dunia dengan akhirat, dan juga antara hak dengan kewajiban.

Sebagai tolak ukur dari nilai-nilai ekonomi syariah, keadilan bertujuan untuk mensejahterakan semua lapisan masyarakat. Prinsip-prinsip ini antara lain terepresentasikan dalam program kepedulian dan pemberdayaan masyarakat melalui program-program seperti zakat, infak, dan sodaqoh.

Untuk mencapai tujuan bersama, kerja sama sangat diperlukan apalagi dalam bidang ekonomi. “Dalam ekonomi Islam hal ini juga tercermin dari kerja sama yang dilakukan antara pemilik modal dengan pengelola. Selain itu, kerja sama ini juga bermanfaat untuk melindungi kepentingan dari golongan lemah,” tutupnya. (*)

Reporter : Agustina Permatasari Editor : Ahmad Kholil 

Tags: