Selasa, 27 Oktober 2020
11 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Keuangan / Resesi ! Sri Mulyani Proyeksikan Kuartal III Minus 2,9 Persen
Foto dok. Kemenkeu
Perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen

Sharianews.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi minus 2,9 persen hingga minus 1,1 persen pada pada kuartal III. Artinya perekonomian Indonesia kontraksi dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal II-2020 terkontraksi 5,32 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun akan berada di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Sebelumnya, proyeksi Sri Mulyani berada di kisaran minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

"Kementerian Keuangan merevisi forecast untuk September, sebelumnya untuk tahun ini minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen. Forecast terbaru September untuk 2020 di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen," jelasnya menegaskan, dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (22/09).

Sri Mulyani menyatakan hal itu menandakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III mendatang akan berada dalam teritori negatif sedangkan kuartal IV mendekati nol persen. “Kita upayakan kuartal IV untuk bisa mendekati nol persen atau positif,” tambahnya.

Sebagai gambaran, ekonomi kuartal I-2020 masih positif di 2,97 persen, sementara ekonomi di kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Jika terjadi dua kuartal berturut-turut ekonomi negatif atau kontraksi seperti yang disampaikan Sri Mulyani, maka Indonesia masuk resesi.

Adapun perekonomian kuartal III ini negatif sejalan dengan outlook, sektor penopangnya yang juga masih terkontraksi. Outlook dari Sri Mulyani pada Kuartal III-2020; Konsumsi rumah tangga minus 3 persen sampai minus -1,5 persen, konsumsi pemerintah: Positif 9,8 persen-17 persen, investasi : Kontraksi -8,5 persen sampai -6,6 persen, ekspor : Kontraksi -13,9% sampai -8,7 persen, impor : Kontraksi -26,8 persen sampai -16 persen.

Rep. Aldiansyah Nurrahman