Sabtu, 27 Februari 2021
16 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Respon Qonun Aceh, Adira Finance Syariah Aceh Lakukan Rebranding
Foto dok. Van Tay Media/Pexels
Perubahan ini memungkinkan Adira Finance Syariah untuk lebih mendekatkan diri dengan ekosistem dan pelanggan

Sharianews.com, Jakarta - Merespon kebijakan Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, semua kantor cabang Adira Finance Syariah di Aceh melakukan rebranding ditahun ini untuk menangkap peluang bisnis di sana.

Perubahan ini memungkinkan Adira Finance Syariah untuk lebih mendekatkan diri dengan ekosistem dan pelanggan, terutama di daerah Aceh yang memiliki populasi lebih dari 5,3 juta jiwa. Perubahan dilakukan pada desain-desain customer touch point (CTP) di kantor cabang syariah, bentuk layanan pelanggan, seragam, hingga produk dan program pembiayaan yang ditawarkan.

Adira Finance Syariah juga menyediakan produk baru berupa Adira Multi Dana Syariah (Amanah). Produk ini merupakan produk pembiayaan dana syariah untuk berbagai kebutuhan yang bersifat produktif maupun konsumtif, dengan menggunakan akad Al-Bai' wa al-Isti'jar.

"Akad yang dilakukan sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional mengenai pembiayaan ulang (refinancing) syariah,” kata Head of Syariah Adira Finance Yusron Hibrizie, dalam dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/01).

Akad ini merupakan jual-beli suatu aset berdasarkan prinsip Al-Bai', yaitu dengan cara konsumen menjual asetnya kepada perusahaan mengikuti prinsip tersebut.

Kemudian, perusahaan menyewakan aset tersebut kepada konsumen dengan opsi hibah di akhir periode dengan menggunakan prinsip Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yaitu prinsip mengenai sewa barang atau benda, dimana pada akhir masa sewa akan dilakukan pengalihan kembali kepemilikan obyek tersebut dalam bentuk hibah.

“Pembiayaan ulang dengan prinsip Al-Bai’ wa al-Isti’jar sesuai dengan misi perusahaan untuk menyediakan beragam solusi keuangan sesuai dengan kebutuhan setiap pelanggan melalui sinergi dengan ekosistem, serta menambah lini produk berprinsip syariah untuk memenuhi kebutuhan di setiap siklus kehidupan mereka,” jelas Yusron.

Dengan adanya Bai’ wa al-Isti’jar, kian melengkapi beragam produk pembiayaan yang sudah tersedia sebelumnya, yaitu pembiayaan otomotif, paket perjalanan ibadah umrah, serta pembiayaan non-otomotif seperti perlengkapan rumah tangga dan elektronik (durables), dengan menggunakan akad Murabahah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman